Berita Video

VIDEO - Usai Nonton Film Porno Di Warnet, Remaja di Samarinda Langsung Praktekkan Ke Adik Kandungnya

Kedua pria yang harusnya menjaga korban itu melakukan tindak kekerasan seksual tersebut di ruang tamu, tepat di depan televisi.

VIDEO - Usai Nonton Film Porno Di Warnet, Remaja di Samarinda Langsung Praktekkan Ke Adik Kandungnya
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Kasur lapuk di kediaman korban jadi saksi bisu perbuatan yang dilakukan oleh ayah dan kakak kandung korban, Kamis (28/2/2019). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Akibat sering menonton fim porno, remaja di Samarinda tega menggauli adik kandungnya sendiri.

Parahnya lagi, korban yang masih duduk dibangku kelas VI Sekolah Dasar (SD) berusia 14 tahun, juga menjadi pelampiasan nafsu ayahnya sendiri.

Tindak kekerasan seksual itu sendiri terungkap setelah korbannya bercerita kepada tetangga sekitar rumahnya, yang akhirnya sampai ke telinga ibunya.

Persib Bandung Kini Bisa Dapat Dukungan Total dari Bobotoh, PSSI Cabut Larangan Masuk Stadion

Kecewa Harga Terus Anjlok, Petani di Batam Pilih Babat Habis Sayur-sayuran yang Sudah Siap Panen

VIDEO - Kantor Pengembang Perumahan Korpri Dikosongkan Paksa Oleh Ibu Muda

Usai melaporkan kejadian itu pada Selasa (26/2/2019) lalu, kepolisian dari Polsek Samarinda Kota langsung melakukan penangkapan terhadap kakak korban, sedangkan ayah korban berinisial Mj (60) sempat kabur dan saat ini tengah dicari kepolisian.

MA (16), pelaku sekaligus kakak korban mengaku sudah sering meniduri adiknya itu di ruang tamu rumah, tanpa adanya paksaan. Murid kelas IX SMP itu tega menggauli adiknya akibat terpengaruh adegan difilm porno yang kerap ditontonya di warnet.

"Saya lakukan di rumah, tidak saya paksa. Ia, biasanya habis nonton film porno langsung saya cari adik saya," ucapnaya saat ditemui di Mapolsek Samarinda Kota, Kamis (28/2/2019).

Dia mengaku tidak pernah melakukan tindak kekerasan seksual itu bersama-sama ayahnya. Namun, selalu dilakukan sendiri-sendiri dengan waktu yang juga berbeda.

"Bapak saya baru-baru saja, kami lakukan sendiri-sendiri. Saya menyesal seumur hidup," ujarnya.

Sebelum kepolisian menangani kasus tersebut, terakhir kali korban disetubuhi oleh kakak maupun ayahnya pada Minggu (24/2/2019) lalu.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan kepolisian, tindak kekerasan seksual itu telah dialami oleh korban sejak duduk dibangku kelas III SD. Kerap tidak adanya ibu korban di rumah, membuat ayah dan kakak korban dengan leluasa menggauli korban.

"Sejak korban kelas III SD. Ayah dan kakaknya melakukan diwaktu yang berebeda-beda. Kalau kakaknya ini karena sering menonton film porno," jelas Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Nur Kholis.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, di antaranya pakaian dalam, serta hasil visum rumah sakit.

Bandara Ngurah Rai Stop Operasional Saat Hari Raya Nyepi 2019, 468 Penerbangan Tidak Beroperasi

SOPA Tempat Sekolah Jungkook BTS Dahulu Terlilit Korupsi, Warga Korea Buat Petisi

Lima Zodiak Ini yang Sulit Ucapkan Aku Sayang Kamu, Siapa Tahu Ini Calonmu

"Ayahnya masih kita cari. Untuk kondisi korban, masih depresi. Kita juga akan berkoordinasi dengan KPAI dalam penanganan kasus ini," ungkapnya.

"Kita harap kepada masyarakat untuk dapat melakukan pengawasan yang melekat kepada anak-anaknya, karena pelaku tindak kekerasan seksual ini tidak hanya dilakukan oleh orang yang tidak dikenal oleh korban, namun juga orang terdekat korban, seperti ayah maupun keluarga lainnya." pungkasnya.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved