Ketua KPU Kaltim: Penggantian Surat Suara Rusak Harus ada Bukti Fisiknya

“Apabila ditemukan adanya surat suara seperti berlubang, sobek bahkan terpotong maka masuk kategori rusak,” ujar Rudiansyah

Ketua KPU Kaltim: Penggantian Surat Suara Rusak Harus ada Bukti Fisiknya
Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo
Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah (kanan) berbincang dengan angota KPU Kaltim, Mukhasan Ajib dan Anggota KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono di satu di antara dua gudang khusus penyimpanan logistik KPU Kota Samarinda, di jalan Ir Sutami, Samarinda, Jumat (1/2/2019). Di gudang itu, nantinya digunakan untuk penyortiran dan pelipatan surat suara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim, Rudiansyah menegaskan petugas penyortir dan pelipat surat suara Pilpres dan Pileg harus jeli dan tidak mudah menilai surat suara yang rusak.

Surat suara yang dinyatakan rusak oleh tim penyortir dan pelipat ini, harus benar-benar dibuktikan rusak pada petugas KPU yang mengawasi proses ini.

Lanjut Rudiansyah, kesempurnaan surat suara meliputi kesempurnaan kertas dan hasil cetak.

“Apabila ditemukan adanya surat suara seperti berlubang, sobek bahkan terpotong maka masuk kategori rusak,” ujar Rudiansyah, usai mengecek persiapan penyortiran dan pelipatan surat suara di gudang penyimpanan khusus logistik pemilu KPU Samarinda, di komplek pergudangan, jalan IR Sutami, Samarinda, Jumat (1/2/2019) sore.

BREAKING NEWS : Mitra Kukar Hadirkan Atep dan 2 Pemain Asing di Piala Presiden 2019

Farmers Market SCP Mall Selenggarakan Pesta Durian, Ada Lomba Tebak Berat Durian Berhadiah Durian

Update Terbaru Pengumuman Kelulusan PPPK 2019 Jumat (1/3/2019), BKN Tulis Begini di Twitter

Sementara dari sisi kualitas cetak, jika ditemukan warna atau tulisan yang rusak atau menjadi tidak jelas, atau tidak jelasnya garis kotak dan lainnya, maka dianggap rusak juga.

Karena itu, dia menegaskan, apabila petugas penyortir dan pelipat menemukan surat suara yang dianggap rusak, maka, panitia atau petugas KPU akan memastikan apakah benar surat suara itu rusak atau masih masuk dalam kategori baik.

Apabila benar rusak, maka panitia atau petugas KPU wajib mengumpulkan surat suara itu.

Selanjutnya, KPU kabupaten dan kota membuat berita acara sortir dan rusak yang memuat berapa jumlah surat suara yang rusak dan jenisnya. Selanjutnya, surat suara yang rusak itu disampaikan kepada percetakan sebagai bukti penggantian.

“Kalau surat suara dinyatakan rusak, (surat suara) tidak boleh ke mana-mana. Surat suara tetap di gudang ini. Satu helai pun tidak boleh keluar. Karena penggantian surat suara yang rusak harus dibuktikan dengan fisiknya,” tegas Rudiansyah “Kalau besok misalnya dinyatakan ada 150 surat suara yang rusak, maka 150 itu, harus ada buktinya, kalau tidak, tidak bisa digantikan,” tambahnya.

Gudang khusus penyimpanan logisitik pemilu 2019 yang dimiliki KPU Kota Samarinda, saat dikunjungi Jumat (1/2/2019).
Gudang khusus penyimpanan logisitik pemilu 2019 yang dimiliki KPU Kota Samarinda, saat dikunjungi Jumat (1/2/2019). (Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo)

Tinjauan langsung yang didampingi oleh Anggota KPU Kaltim lainnya, Mukhasan Ajib didampingi Anggota KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono itu, berlangsung beberapa jam.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved