Usai Pembekalan Satgas Gerdema dan PPL Pertanian di Malinau Harus Berdayakan Masyarakat

Banyak yang bertanya seperti itu. Kenapa saya mau-maunya menyerahkan kewenangan pemerintahan desa kepada desa

Usai Pembekalan Satgas Gerdema dan PPL Pertanian di Malinau Harus Berdayakan Masyarakat
tribunkaltim.co/purnomo susanto
Hamparan lahan pertanian milik petani di Desa Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Sebanyak 130 Satgas Gerakan Desa Membangun (Gerdema) dan 60 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bidang pertanian dikumpulkan untuk diberikan pembekalan, Kamis (28/2/2019), di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau. Yansen TP langsung turun tangan sebagai pemateri dalam pembekalan tersebut.

"Banyak desa di Malinau yang sudah sekian tahun telah mendapat pendampingan Satgas Gerdema. Tapi, sampai saat ini masih saja ada masyarakat desa belum mampu menjalankan fungsinya dalam mengawal pembangunan di desa. Begitu pula aparatur desanya yang juga belum mampu. Harusnya, dengan hadirnya satgas dapat memberdayakan masyarakat dan aparatur desa," ujarnya.

"Bagaimana caranya menjadikan masyarakat dan aparatur desa mampu dalam menjalankan fungsinya? Ya, satgaslah yang memiliki peran untuk memberdayakan dan memampukan mereka. Sehingga, dari mereka yang tidak mampu menjadi mampu. Sesungguhnya, itulah tujuan Gerdema, yakni menjadikan desa tidak tergantung dengan pemerintah," lanjutnya.

Banyak yang bertanya, apakah bupati tidak sayang dengan memberikan kewenangan kepada desa dalam mengelola keuangan dan pemerintahannya sendiri. Yansen menegaskan, tujuannya menjadi bupati dan menciptakan program Gerdema adalah semata-mata untuk memberikan kepercayaan kepada desa dalam mengelola pemerintahannya.

"Banyak yang bertanya seperti itu. Kenapa saya mau-maunya menyerahkan kewenangan pemerintahan desa kepada desa. Kemudian, ada juga bertanya apakah saya tidak merasa kehilangan kewenangan tersebut. Saya jawab tidak. Sebab, saya menciptakan program ini agar masyarakat desa mampu, mandiri dan kedepannya tidak lagi bergantung pada pemerintah," tegasnya.

Terbukti, dengan dijalankannya program Gerdema, telah banyak desa mampu menjalankan roda pemerintahan desanya. Oleh karenanya, di sisa waktu pemerintahannya ini, ia akan menggenjot desa-desa harus mampu sesuai dengan tujuan Gerdema.

"Inilah tugas Satgas Gerdema. Jadi, siapapun pemimpinnya kedepan maka desa-desa di Malinau ini sudah mandiri dan mampu. Namun, sebelum pemimpin baru ada maka beliau harus sepakat dulu dengan pemberian kewenangan kepada desa sesuai dengan Perda tentang penyelenggaraan pemerintahan desa yang telah disusun pada awal-awal pemerintahan saya diperiode pertama," tuturnya.

Jangan mengukur kesuksesan melalui selesainya menjalankan tugas, Bupati Yansen TP menyatakan, kesuksesan menjalankan tugas yang diemban oleh Satgas Gerdema dan PPL Pertanian adalah pemahaman dan penerimaan ilmu yang disalurkan kepada masyarakat. Ketika, hal tersebut belum terjadi maka tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh keduanya tidak selesai.

"Satgas dan PPL inikan sarjana maka olahlah potensi masyarakat untuk terus maju sesuai dengan norma masyarakat dan kaidah-kaidahnya. Kalau masih ada masyarakat yang seolah-olah tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam proses pembangunan, ubah perilaku itu. Sebab, ada perilaku yang menyesatkan," tandasnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved