Selama Januari-Februari Penderita DBD di Tarakan Capai 104 Orang

"Kita belum menetapkan KLB, karena berdasarkan data yang kita miliki, ini belum melampaui puncak tertinggi.

Selama Januari-Februari Penderita DBD di Tarakan Capai 104 Orang
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Antisipasi peningkatan penderita DBD dilakukan fogging di tempat yang tersuspect DBD 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Selama dua bulan di awal 2019 ini penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang penularannnya melalui nyamuk Aedes aegypti di Kota Tarakan Provinsi Kaltara terus bertambah . Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Subono Samsudi.

Berdasarkan data Dinkes penderita DBD dari Januari hingga 27 Februari 2019 mencapai 104 orang. Dari jumlah ini ada satu anak meninggal dunia. DBD lebih banyak menyerang balita dan anak-anak sekolah.

Para penderita DBD ini dirawat di tiga rumah sakit di Tarakan. Yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan milik Pemprov Kaltara, Rumah Sakit Pertamedika dan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas di Jalan RE Martadinata Kelurahan Pamusian.

Subono mengungkapkan, meskipun penderita DBD telah mencapai 104 orang, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), seperti daerah-daerah di Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta.

"Kita belum menetapkan KLB, karena berdasarkan data yang kita miliki, ini belum melampaui puncak tertinggi. Puncak tertinggi kita dinyatakan KLB itu di tahun 2016, karena penderitanya mencapai 574 orang dan 4 orang meninggal dunia," ujarnya, Jumat (1/3/2019).

Melihat penderita DBD yang terus bertambah, kata Subono pihaknya terus melakukan gerakan pencegahan bersama masyarakat dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus. Yakni Menguras atau membersihkan penampungan air minum, drum dan bak-bak air lainnya.

Menutup, yaitu menutup rapat-rapat penampungan air . Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Menaburkan bio larvasida atau obat cair anti nyamuk di penampungan air.

"PSN dengan cara 3 M Plus ini, harus kita lakukan bersama-sama masyarakat. Kalau kita melakukan ini Insya Allah penularan DBD dari nyamuk Aedes Aegypti dapat kita tanggulangi, karena ini untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti," ucapnya.

Subono menambahkan, pihaknya juga telah melakukan fogging di beberapa wilayah yang banyak penderita DBD-nya. Untuk fogging ini kita juga dibantu oleh calon legislatif (caleg). (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved