Jembatan Bulungan-Tarakan Butuh Rp 10 Triliun, Tinggal Menunggu Kebijakan Pusat 

"Dari pemerintah China sudah final. Tinggal tergantung pemerintah kita. Mau tidak menerima soft loan itu," kata Irianto Lambrie

Jembatan Bulungan-Tarakan Butuh Rp 10 Triliun, Tinggal Menunggu Kebijakan Pusat 
(HO/DPUPR Perkim Kaltara)
Masterplan jembatan Bulungan-Tarakan 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Salah satu harapan besar masyarakat di Kalimantan Utara adalah terwujudnya jembatan Bulungan-Tarakan atau disebut Jembatan Bulan.

Infrastruktur tersebut diyakini bisa memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat dua daerah dan Kalimantan Utara secara umum.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, perealisasian jembatan Bulan sangat tergantung kebijakan pemerintah (pusat), menerima atau tidak tawaran soft loan (pinjaman lunak) dari China.

"Dari pemerintah China sudah final. Tinggal tergantung pemerintah kita. Mau tidak menerima soft loan itu," kata Irianto Lambrie kepada Tribunkaltim.co, Minggu (3/3/2019).

Berisiko Terinfeksi, Walikota Bontang Minta Khitanan Massal Harus Dilakukan di Rumah Sakit

Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Semen Padang, Tanding Sebentar Lagi

Laman Pendaftaran UTBK SNMPTN 2019 Ditutup Sementara, Ini Penjelasan Ketua Pelaksana

Belum diketahui secara pasti berapa besar soft loan yang disiapkan negeri Tirai Bambu. Yang jelas Pemprov Kalimantan Utara lanjutnya, sudah melaporkan tawaran tersebut kepada Kementerian PUPR dan Kementerian PPN/Bappenas.

"Dari laporan kita itu, kemudian Kementerian PUPR dan Bappenas menyusun tim teknis untuk mengkaji ulang tawaran itu," ujarnya.

Irianto mengatakan, kewenangan pinjaman luar negeri merupakan kewenangan pemerintah (pusat). Daerah hanya menerima jika pinjaman tersebut disepakati kedua negara.

"Yang jelas saya selaku Gubernur sudah berupaya maksimal agar Jembatan Bulan bisa mendapatkan pembiayaan. Kalau APBD kita sebesar Kalimantan Timur, mungkin kita bisa memulai dengan APBD. Seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda kan itu kan dimulai dengan APBD, zaman saya Sekda," ujarnya.

Sebuah kapal ferry bersandar di Pelabuhan Ancam, Tanjung Palas Utara beberapa waktu lalu.
Sebuah kapal ferry bersandar di Pelabuhan Ancam, Tanjung Palas Utara beberapa waktu lalu. ((TRIBUNKALTIM/ MUHAMMAD ARFAN))

Pembiayaan proyek jembatan Bulan melalui skema kerja sama ekonomi One Belt One Road-Belt and Road Initiative (OBOR-BRI) Indonesia-China lanjutnya, sangat mungkin dilakukan. Keseriusan China pun sudah tampak, saat Duta Besar China Xiao Qian berkunjung ke kawasan Teluk Tarakan, Kalimantan Utara awal tahun 2018.

Ada Dua Kasus Pencurian dengan Pecahkan Kaca Mobil di PPU, Ini Imbauan Polres

Ini Daftar Kode Plat Kendaraan di Kalimantan Timur Berdasarkan Wilayah Kota dan Kabupaten

Irianto juga berharap, China memberi hibah studi kelayakan jembatan yang dirancang mencapai panjang 7,2 kilometer itu. Kebutuhan biaya pembangunan jembatan bulan mencapai Rp 10 triliun.

Pemprov Kalimantan Utara beberapa waktu lalu juga telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan investor asal China yang melirik proyek pembangunan jembatan Bulan yakni China Road Bridge Corporation (CRBC).

CRBC sebelumnya adalah pelaksana proyek Jembatan Surmadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved