Alokasi Taksi Online Paling Banyak di Bulungan

Indikator lainnya adalah jumlah kendaraan pribadi saat ini dan jumlah kendaraan angkutan umum sesuai izin

Alokasi Taksi Online Paling Banyak di Bulungan
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ilustrasi: Driver taksi online, Mimi Cadel di waktu luang menyempatkan diri berfoto didalam mobilnya di jalan Juanda Samarinda, belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR, Penyelenggaraan angkutan sewa khusus dengan aplikasi berbasis teknologi (daring/online) tak lama lagi hadir secara resmi di Kalimantan Utara.

Walau penyebaran angkutan transportasi berbasis teknologi atau sering disebut transportasi online itu ditaksir belum merata di semua daerah, Pemprov Kalimantan Utara telah membuat regulasinya lebih dulu.

Regulasi tersebut dituangkan dalan Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.831/2018 tentang Wilayah Operasi dan Rencana Alokasi Jumlah Kebutuhan Kendaraan Angkutan Sewa Khusus Aplikasi Berbasis Tekhnologi Informasi (Online) serta Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah.

"Alokasi kebutuhan kendaraan tranportasi online itu sudah kita hitung berdasarkan kebutuhan masyarakat. Misalnya di Tana Tidung, kenapa bisa sampai 40 unit? Karena memang di sana jumlah kendaraan umum masih sangat sedikit," kata Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Taupan Majid, Senin (4/3/2019).

Alokasi jumlah kebutuhan kendaraan tersebut berlaku selama 5 tahun dan dapat dilakukan evaluasi secara berkala setiap tahun.

Alokasi tersebut ditetapkan berdasarkan beberapa variabel, yakni jumlah kebutuhan kendaraan kabupaten/kota di masing-masing kabupaten/kota di Kalimantan Utara; jumlah kebutuhan kendaraan kabupaten/kota di Kalimantan Utara dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.

"Indikator lainnya adalah jumlah kendaraan pribadi saat ini dan jumlah kendaraan angkutan umum sesuai izin," ujarnya.

Adapun tarif batas atas sebesar Rp 6.500 per kilometer. Tarif batas bawah sebesar Rp 3.700 per kilometer.

"Jadi kita sudah punya pijakan aturan yang kita terapkan untuk mengatasi tumbuhnya transportasi online ke depan," ujarnya.

Saat ini, hanya di Kota Tarakan yang ada mengajukan izin transportasi online. Empat daerah lainnya sementara belum ada pengajuan izin transportasi online.

"Tetapi kita percaya ke depan tentu kebutuhan masyarakat akan transportasi yang nyaman dan murah makin tinggi. Saat ini sudah mulai terasa," kata Taupan. (*)

LIMA WILAYAH OPERASI DAN
ALOKASI KENDARAAN
1. Bulungan 62 unit
2. Nunukan 20 unit
3. Malinau 30 unit
4. Tana Tidung 40 unit
5. Kota Tarakan 20 unit

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved