Pabrik Air Minum Dalam Kemasan Bakal Beroperasi di PPU, Masyarakat Ikut Ditawarkan Tanam Saham 

Sementara untuk sisanya lanjutnya, akan ditawarkan kepada masyarakat Labangka Barat. Untuk setiap lembar saham lanjutnya,ditawarkan Rp 1 juta/lembar.

Pabrik Air Minum Dalam Kemasan Bakal Beroperasi di PPU, Masyarakat Ikut Ditawarkan Tanam Saham 
tribunkaltim.co/ samir
Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud saat peletakan batu pertama pabrik air minum dalam kemasan di Desa Labangka Barat Kamis (27/12/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditargetkan akan mulai beroperasi Agustus mendatang.

Untuk saat ini bangunan untuk mesin pompa pengolahan sudah hampir selesai dan ditargetkan pertengahan April mesin sudah datang.

Kepala Desa Labangka Barat, Joko Sadyono menjelaskan, mesin pengolahan air minum masih dalam tahap perakitan di Jakarta dam akan dikirim akhir Maret dan pertengahan April sudah tiba.

"Makanya bagian depan bangunan belum kami pasang penutup, karena untuk memasukkan mesin itu. Sementara atap dipasang dan tak lama lagi akan selesai," ujarnya.

Lipat dan Sortir Surat Suara di PPU, Petugas Dilarang Bawa Minuman ke Ruangan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Bakal Kunjungi Tanjung Selor 14 Maret, Ini Agendanya

Catat Tanggalnya, Kalender Event Samarinda Bulan Maret 2019 Ada Festival Baru yang Dihelat Tahun Ini

Setelah mesin datang lanjutnya, maka akan dipasang dan karyawan akan dilatih dalam mengoperasikan mesin tersebut.

Ia menargetkan Agustus mendatang akan beroperasi bersamaan ulang tahun Desa Labangka Barat dan HUT RI.

Untuk investasi lanjutnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,4 miliar dan dana yang sudah disetorkan mencapai Rp 800 juta.

Sementara untuk sisanya lanjutnya, akan ditawarkan kepada masyarakat Labangka Barat.
Untuk setiap lembar saham lanjutnya, akan ditawarkan Rp 1 juta/lembar.

Pada awalnya ditawarkan Rp 10 Juta/lembar kemudian turun sampai Rp 1 juta/lembar. Namun untuk saham ini akan dijual khusus untuk masyarakat Labangka Barat dengan jumlah 800 kepala keluarga. 

Banyak Truk dan Bus, Macet Panjang dari Pasar Buton Sampai RSUD Kanujoso Djatiwibowo

Hadapi Persib Bandung, 5 Pilar Persebaya Surabaya Sulit Tampil

Ia mengatakan, keinginan untuk menawarkan saham kepada masyarakat dengan tujuan agar warga juga bisa mendapatkan penghasilan dari keuntungan perusahaan ini.

"Jadi masyarakat juga punya hak memiliki perusahaan ini setelah membeli saham. Apalagi target produksi 400 kotak/hari," ujarnya. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved