Berita Video

VIDEO - Dari Kunjungan Bankaltimtara ke Tawau, Begini Sarana Pendidikan Anak Buruh Migran Indonesia

Jumat (1/3/2019) lalu Bankaltimtara beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambangi anak-anak TKI yang berada di Kota Tawau, Sabah, Malaysia

VIDEO - Dari Kunjungan Bankaltimtara ke Tawau, Begini Sarana Pendidikan Anak Buruh Migran Indonesia
tribunkaltim.co/rafan a dwinanto
Kunjungan Bankaltimtara dan OJK ke CLC di Tawau, Sabah, Malaysia, Jumat (1/3/2019) lalu. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jumat (1/3/2019) lalu, PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara), beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambangi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Kota Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Bankaltimtara maupun OJK memberi edukasi dan literasi keuangan. Terutama, yang berkaitan dengan produk perbankan, kepada para TKI, berikut anak-anaknya.

Bankaltimtara juga menyerahkan 11 unit laptop kepada 11 Community Learning Center (CLC) yang berada di Tawau.

Bak Selebriti! Kenalin Mbok Cikrak, Mantan Buruh Migran di Taiwan yang Kini Sukses dan Terkenal

Aparat Malaysia Gelar Razia Besar-besaran, Ribuan Buruh Migran Ilegal Terancam Dideportasi

Cuitan Fahri Hamzah yang Bikin Tersinggung, Buruh Migran Indonesia: Kami Pekerja, Bukan Babu

Jumat (1/3/2019) pihak CLC Tunas Perwira meniadakan pembelajaran.

Pada hari itu, sekolah yang berada di seputar perkebunan sawit di Tawau ini, sedang kedatangan rombongan Manajemen Bankaltimtara, berikut pejabat negara, Anggota Komisioner OJK, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara.

Namun, di tengah sukacita penyambutan rombongan pejabat dari Tanah Air, terselip kondisi memprihatinkan.

Bangunan sekolah CLC Tunas Perwira berukuran 15 x 20 meter ini menjadi tempat belajar lebih seratus pelajar SD dan SMP.

Satu ruangan berukuran 5 x 10 meter menjadi ruang belajar untuk SMP. Antara kelas 7, 8, 9, belajar di ruang yang sama, tanpa sekat. Lantai ruangan masih tanah.

Sementara, dinding bangunan sekolah berbahan kayu lapis yang dipasang seadanya pada bagian bawah, dan kawat untuk dinding bagian atas.

KPU Didesak Akomodasi Hak Suara Buruh Migran di Hong Kong

Empat Fakta Temuan 10 Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis, Diduga Kapal TKI yang Tenggelam

Pemerintah Diminta Batalkan Rencana Pengiriman 30.000 TKI ke Arab Saudi

Hanya ada satu guru yang mengajar SMP.

CLC merupakan komunitas belajar resmi untuk anak-anak buruh migran Indonesia yang bekerja di Negara Bagian Sabah Malaysia.

CLC ada sejak 2011, setelah terjalin kesepakatan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia, Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak, terkait pendidikan.

Kesepakatan kedua negara ini menjadi dasar pendirian CLC di sejumlah perkebunan sawit Malaysia, tempat para buruh migran asal Indonesia, bekerja.

(*)

Follow Instagram tribunkaltim.co
Subscribe official YouTube Tribun Kaltim, klik di sini
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved