Warga Tarakan Bawa Sabu 10 Kilogram Tertembak Saat Hendak Melarikan Diri

Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut, karena melihat barang bukti yang begitu banyak tentunya pelaku tidak sendiri

Warga Tarakan Bawa Sabu 10 Kilogram Tertembak Saat Hendak Melarikan Diri
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Ilustrasi: Tersangka kasus sabu hanya bisa tertunduk di Kantor Polres Tarakan 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Satuan Resnarkoba Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus sabu-sabu yang dibawa seorang kurir berinisial MI warga Kota Tarakan Provinsi Kaltara dengan berat 10,1 Kg. MI berhasil dibekuk, pukul 04.00, Minggu (3/3/2019) di daerah Selumit Pantai.

Anggota Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus sabu ini setelah melakukan pengintain selama satu bulan. Polisi telah mengamati gerak gerik MI saat mengambil sabu yang berasal dari Tawau Malaysia dengan menggunakan sebuah kapal.

Ketika kapal itu bersandar, MI mengambil sabu yang disimpan di dalam karung menggunakan sepeda motor. Polisi tetap mengikuti ke mana MI membawa sabu tersebut. Namun ternyata MI mengetahui ada polisi yang menguntitnya dan berusaha kabur.

Pada saat akan kabur dan hendak meninggalkan bubuk putih kristal di atas motor, polisi dengan sigap langsung memberikan tembakan  di bagian kaki sebelah kirinya. Dengan tembakan itu pria 24 tahun ini tidak bisa lagi bergerak karena kesakitan.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengungkapkan, berdasarkan pengakuan pelaku, ia hanya seorang kurir sabu untuk mengantar sabu tersebut kepada seseorang. Pasalnya sabu seberat 10,1 kilogram ini rencananya akan dikirim ke Sulewesi Selatan.

"Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut, karena melihat barang bukti yang begitu banyak tentunya pelaku tidak sendiri melakukannya, namun kita pastikan ini adalah jaringan bandar besar. Selama menjabat Kapolres Tarakan ini tangkapan sabu terbesar," ujarnya, pada saat jumpa pers, Senin (4/3/2019) di Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan.

Kapolres mengatakan, pihaknya membak kaki MI, karena MI hendak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti sabu yang dibawa. "Karena mau lari yah kita tembak kakinya," ucapnya.

Dari tangan MI, Polisi mendapatkan barang bukti berupa sabu, karung, 1 buku tabungan, 1 ATM, 1 unit handphone, tas hitam. Uniknya saat dilakukan jumpa pers, handphone milik MI berbunyi sampai tiga kali, sehingga anggota kepolisian mematikan handphone yang ternyata masih aktif tersebut.

Akibat perbuatanya MI dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Subside pasal 112 ayat 2 jonto pasal 132 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 tahun 2019 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun, seumur hidup dan pidana mati. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved