Abrasi Landa Permukiman, Tentara di Perbatasan RI-Malaysia Tanam 650 Mangrove

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena pesisir pantai desa Tanjung Aru merupakan salah satu wilayah yang terdampak abrasi.

Abrasi Landa Permukiman, Tentara di Perbatasan RI-Malaysia Tanam 650 Mangrove
HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN)
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) bersama dengan anggota Koramil 0911-02/Sebatik, aparat desa, karang taruna, pelajar, serta masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove disekitar pantai Sei Bajo, desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara. HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) bersama dengan anggota Koramil 0911-02/Sebatik, aparat desa, karang taruna, pelajar, serta masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove d isekitar pantai Sei Bajo, desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan ini Dan SSK I Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Rja, Kapten Inf Roy Satrya Pasaribu menyampaikan, tujuan dari kegiatan penanaman bibit mangrove ini disamping untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dan masyarakat, juga untuk memupuk kerja sama serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

"Selain untuk menjaga lingkungan tetap lestari, sekaligus sebagai wadah silaturahmi dengan warga, perangkat desa, pemuda, dan pelajar. Kerja sama antara TNI dengan masyarakat harus terus ditingkatkan," ucapnya melalui siara pers Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Jumat (8/3/2019).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena pesisir pantai desa Tanjung Aru merupakan salah satu wilayah yang terdampak abrasi.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat pesisir Desa Tanjung Aru terkena dampak abrasi, akibat angin dan gelombang laut yang cukup besar.

Belum Ada Agenda Liburan? Ini 3 Rekomendasi Wisata Alam Mangrove di Balikpapan yang Bisa Dikunjungi

VIDEO- Ini Permintaan Masyarakat Kabupaten PPU ke BPN Terkait Permukiman dan Mangrove Masuk HGU

Permukiman dan Mangrove Masuk HGU, Ini Permintaan Masyarakat ke BPN

Jembatan Mangrove di PPU tak Bisa Diperbaiki, Ini Alasannya

Dampaknya, jalan semenisasi yang berada di wilayah tersebut mengalami kerusakan. Warga yang bermukim disekitar lokasi abrasi terpaksa mengungsi terlebih dahulu, mencari tempat yang aman dengan membawa sejumlah barang berharga.

“Saat ini kami selaku aparat TNI yang bertugas menjaga perbatasan RI-Malaysia khususnya di wilayah Sebatik, bersama dengan masyarakat terus berupaya untuk merehabilitasi wilayah yang terdampak abrasi," jelasnya.

"Melestarikan lingkungan dengan cara menanam 650 pohon mangrove dengan tujuan agar fenomena alam berupa abrasi ini tidak terus terjadi."

Selain untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendidik murid SDN 003 Sebatik Timur, tentang manfaat dan pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan.

Aparat desa dan seluruh elemen masyarakat di wilayah pesisir pantai desa Tanjung Aru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap ke depannya bibit mangrove yang saat ini ditanam dapat tumbuh, serta terjaga dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya di wilayah pesisir pantai desa Tanjung Aru. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved