Berita Video

VIDEO - Perempuan di Samarinda Gelar Aksi International Womens Day, Kecam Kekerasan Seksual

Hujan turut mewarnai jalannya aksi, namun demikian tidak ada satu pun peserta aksi yang mundur dari aksi tersebut, dan tetap melanjutkan aksinya.

VIDEO - Perempuan di Samarinda Gelar Aksi International Womens Day, Kecam Kekerasan Seksual
Tribunkaltim.co/ Christoper D
Massa aksi yang tergabung dalam aliansi Anti Seksisme menggelar aksi damai di depan kantor Gubernuran kaltim, jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Anti Seksisme menggelar long march memperingati Internasional Womens Day (IWD) yang diperingati setiap tahunnya pada 8 Maret.

Sekitar pukul 15.30 Wita, Jumat (8/3/2019), massa aksi mulai melakukan long march dari taman Samarendah menuju depan kantor Gubernuran Kaltim, jalan Gajah Mada, Kota Samarinda

Sesampainya di depan kantor Gubernuran Kaltim, massa aksi langsung menggelar panggung orasi, yang juga diisi dengan musikalisasi puisi.

Pelajar Kota Samarinda Kembali jadi Korban Jalanan, Meninggal Dunia Setelah Sempat Dirawat

Kuliah Umum Menteri LHK di Fakultas Kehutanan Unmul Diwarnai Unjukrasa

Hasil Babak Kedua Piala Presiden Madura United vs Persija Jakarta, Skor 2-2 Ini Pencetak Golnya

Tidak hanya itu, massa aksi yang mayoritas perempuan itu juga membentangkan sejumlah poster, menggunakan payung hitam dan payung warna warni.

Hujan turut mewarnai jalannya aksi, namun demikian tidak ada satu pun peserta aksi yang mundur dari aksi tersebut, dan tetap melanjutkan aksinya.

Putri, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi membenarkan aksi itu dilaksanakan guna memperingati IWD.

Dia menilai, sistem kapitalisme dan budaya patriarki di Indonesia harus segera dihapuskan. Dirinya juga mengutuk keras pelaku pelecehan maupun kekerasan seksual yang korbannya merupakan perempuan.

"Kita mengutuk keras pelaku pelecehan seksual. Bahkan, sekarang pelaku pelecehan seksual tidak lagi takut untuk beraksi di ruang publik," ucapnya kepada tribunkaltim.co, Jumat (8/3/2019).

"Nyatanya kekerasan seksual juga terjadi di lingkungan pendidikan, seperti kasus Agni, dia yang jadi korban, tapi malah dia yang disalahkan," sambungnya.

Massa aksi yang tergabung dalam aliansi Anti Seksisme menggelar aksi damai di depan kantor Gubernuran kaltim, jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (8/3/2019).
Massa aksi yang tergabung dalam aliansi Anti Seksisme menggelar aksi damai di depan kantor Gubernuran kaltim, jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (8/3/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Massa aksi menilai, saat ini bukan hanya perempuan yang masih berada dibayang-bayang isu kekerasan seksual. Namun, LGBTI juga kerap dijadikan pengalihan isu atas ketidakbecusan negara mensejahterakan rakyatnya.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved