Berita Video

VIDEO - Melihat Produksi Garam Tunnel, Peluang Usaha Baru Bagi Warga Pesisir di Kota Bontang

Tingkat resiko kerugian gagal panen cukup rendah. Karena metode produksi garam bisa dilakukan saat musim penghujan.

VIDEO - Melihat Produksi Garam Tunnel, Peluang Usaha Baru Bagi Warga Pesisir di Kota Bontang
Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan
Wawali Basri Rase didampingi Kadis DKP3, Aji Erlynawati, Ketua DPRD Bontang, Nursalam memanen perdana produksi gara rakyat dengan teknologi Tunnel di Balai Benih Tanjung Laut. 

Melihat Produksi Garam Tunnel, Peluang Usaha Baru Bagi Warga Pesisir

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Produksi garam krosok atau garan kasar untuk Kota Bontang cukup menjanjikan sebagai jenis usaha baru bagi masyarakat.

Tingkat resiko kerugian gagal panen cukup rendah. Karena metode produksi garam bisa dilakukan saat musim penghujan.

Tribunkaltim.co mencoba melihat cara kerja teknologi tunnel di Balai Benih Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

VIDEO - STSJ Yamaha Kaltim-Kaltara Gelar Safety Riding

Presiden Jokowi Dulu Sebut THR dan Gaji ke-13 Belum Cukup Sejahterakan ASN, Bakal Ada Kejutan Lain?

Kabar Buruk! Ethiopian Airlines Angkut 157 orang Jatuh, Jenis Pesawat Sama dengan Lion Air JT610

Tunnel merupakan wadah berbentuk kotak dilengkapi dengan atap penutup. Kotak tersebut menjadi wadah untuk menyimpan air. Pada umumnya di daerah penghasil garam, kotak ini merupakan tambak atau kolam.

Di atas kotak itu, plastik biothermal bening menutup wadah ini. Dibuat mencekung seperti kubah agar panas lebih terserap baik. Rangka untuk kubah plastik dari bilah bambu, idealnya lebih baik ketika diubah dengan alat yang lebih kuat seperti rotan dan sebagainya.

Ada beberapa tunnel untuk setiap paketnya. Masing-masing tunnel dikelompokkan secara berurut, mulai dari kelompok 1 sampai dengan 6. Jumlah tunnel menyesuaikam dengan bahan baku. “Kebetulan di Bontang ini air lautnya bagus, jadi hanya sampai tunnel 6 sajaz Ada daerah lainya sampai 7-8 tunnel,” ujar Kadis Dinas Ketahanan Pangan, Perikana dan Pertanian (DKP3), Aji Erlynawati kepada tribunkaltim.co.

Tiap kelompok tunnel memiliki fungsi masing-masing. Bahan baku (air laut) disimpan di dalam tandon besar. Kemudian dialirkan ke kota k 1-3, untuk proses penuaan air.

Kemudian, setelah kadar air dianggap layak. Air dari tunnel tadi dialirkan ke tunnel 3-4 untuk proses penyulingan. Butuh waktu sekitar 1 bulan untuk panen.

Antar Istri ke Rumah Sakit karena Mulutnya Berbusa, ZA Justru Ditetapkan sebagai Tersangka

Jelang Laga Persib Bandung vs Perseru Serui, Miljan Radovic Minta Bobotoh Tak Boikot, Ini Alasannya

“Jadi pararel dengan durasi menunggu panen, air baru dimasukkan lagi ke tunnel 1-3. Jadi akan terus menerus produksinya tiap minggu,” ujar Aji.

Untuk satu paket (tunnel 1-6) bahan baku dibutuhkan biaya sebesar Rp 60 juta. Dengan mengacu harga pasaran sementara, biaya produksi tersebut bisa Break Event Point (BEP) dalam waktu 4 bulan.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved