Energi

Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Malinau Langka, Satu Agen Kena Sanksi Pertamina

tabung elpiji bersubsidi di Malinau, Kalimantan Utara karena terpenuhinya kuota tabung gas elpiji 3 kilogram. Langka agen pun disanksi Pertamina.

Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Malinau Langka, Satu Agen Kena Sanksi Pertamina
Tribunkaltim.co/Purnomo Susanto
Warga Malinau mengantre elpiji subsidi ukuran 3 Kg di salah satu pangkalan elpiji bersubsidi di Kabupaten Malinau pada Selasa (5/3/2019) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Hampir dua minggu belakangan ini kebetuhan energi berupa tabung gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara mengalami kelangkaan.

Menurut informasi yang diperoleh Tribunkaltim.co, kelangkaan tabung bersubsidi tersebut karena telah terpenuhinya kuota tabung gas elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Malinau bulan Februari lalu.

Sehingga, masyarakat Malinau harus menunggu kuota untuk bulan Maret.

Pelayanan BNN Mesti Menjangkau Sampai Mal Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Hasil Grup B Mitra Kukar Tersingkir di Piala Presiden, Usai Menang Bali United Puncaki Grup

Pemilik agen Nayla Persada Harapan Baru Malinau, Rahman membenarkan adanya informasi tersebut.

Kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi di Malinau akibat telah habisnya kuota dari Pertamina kepada Malinau.

Pendistribusian elpiji 3 kilogram beberapa waktu lalu merupakan sisa kuota bulan Februari.

"Kalau mau mengikuti aturan, elpiji subsidi yang didistribusikan kepada masyarakat hanya 80 tabung sehari," ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Senin (11/3/2019). 

Kemudian, esok harinya baru pangkalan buka lagi dan menjual dengan kuota harian yang sama.

Tapi, mau sampai mana kalau hanya 80 tabung gas saja sehari.

"Masyarakat akan teriak-teriak ke kita kalau kita berlakukan seperti ini," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved