Pemkab Kukar akan Naikkan Kepala Patung Naga meski Proyeknya sedang Diaudit

Pemkab Kukar akan Naikkan Kepala Patung Naga meski Proyeknya sedang Diaudit

Pemkab Kukar akan Naikkan Kepala Patung Naga meski Proyeknya sedang Diaudit
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Patung Naga yang akan menjadi ikon kabupaten Kukar. 

Pemkab Kukar akan Naikkan Kepala Patung Naga meski Proyeknya sedang Diaudit

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan proyek patung naga yang mangkrak di samping Kantor Bupati Kukar sedang dilakukan audit sampai sekarang. Pemkab Kukar berkomitmen untuk melanjutkan proyek yang bakal jadi ikon kota Tenggarong itu.

“Proyek patung naga masih diaudit dulu karena di sana ada pekerjaan yang tidak rampung, kita lakukan audit cut off (penghentian atau putus kontrak akibat pekerjaan molor) sejauh mana batasan yang sudah dikerjakan sehingga kita tinggal melanjutkan,” kata Edi ditemui usai menghadiri acara coffee morning di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kukar, Selasa (5/3). Edi berharap, auditnya bisa cepat selesai. “Saya juga ingin patung naga itu juga bisa berdiri dengan baik. Saya berterima kasih kepada banyak pihak yang menyampaikan bahwa mereka ingin berpartisipasi terhadap patung naga itu,” ujarnya.

Ia mengaku kerap menerima kritik dari warga kalau di lokasi patung naga tercium aroma bangkai. “Malam-malam saya pernah turun ke lokasi, nggak ada saya cium bau bangkai,” tuturnya. Edi mengemukakan, patung naga ini memang menjadi perhatian Pemkab karena itu bagian dari fasilitas umum yang menjadi keindahan Tenggarong. “Target kami naik dulu kepalanya ke atas, mudah-mudahan dalam waktu cepat setelah auditnya selesai," katanya.

Sebelumnya Pihak Kesultan Kutai melalui Menteri Kelestarian Nilai Adat, Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger berkomentar keras terkait pembangunan patung naga yang mangkrak. Bahkan ia meminta kejelasan Pemkab terkait kelanjutan pembangunan patung naga di kiri Jembatan Kukar itu. "Kalau itu (patung naga) bisa diselesaikan, tolong diselesaikan, kalau nggak dirobohkan saja, saya pikir nggak masalah. Ini situs kerajaan Kutai di mana lambang naga punya sejarah di Kutai lama, kalau kita biarkan kepalanya di bawah, badan naganya melata ke atas mengakibatkan nanti kita dapat malapetaka," kata Puger.

Ia tidak ingin pembangunan patung naga yang mangkrak lebih dari 2,5 tahun ini menimbulkan pendapat miring dari seniman dan budayawan dari luar daerah yang berkunjung ke Tenggarong. "Para budayawan yang datang bakal beranggapan kok begini Kutai membangun pelestarian nilai-nilai budayanya, kami meyakini anggaran masih defisit, kalau tidak ada dananya dirobohkan saja, kami tidak akan merasa kehilangan budaya yang ditampilkan, daripada hanya setengah-setengah saja," tuturnya.

Sekedar diketahui, rencananya patung 2 ekor naga raksasa setinggi 27 meter ini bakal ditaruh di tengah-tengah lokasi air mancur bundaran kawasan Central Business District (CBD). Bundaran CBD ini disebut menyerupai Bundaran HI di Jakarta. Patung naga ini dikerjakan secara terpisah, yakni bagian kepala, badan dan ekor, sejak November 2015 silam. Posisi naga kembar akan menghadap ke arah timur Jembatan Kukar, seolah menyambut pengunjung yang masuk ke Tenggarong melewati Jembatan Kukar. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved