Advertorial

Pemkab Kutai Timur Menawarkan Peluang Investasi di KEK Maloy ke Brunei Darussalam

Kutim satu dari sembilan daerah di Indonesia yang mendapat undangan Kerajaan Brunei Darussalam untuk kerja sama investasi di berbagai bidang.

Pemkab Kutai Timur Menawarkan Peluang Investasi di KEK Maloy ke Brunei Darussalam
kominfo perstik kutim
Rapat pembahasan kerja sama Pemkab Kutim dengan Kerajaan Brunei Darussalam dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Drs H Irawansyah MSi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dalam percepatan peluang investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah (PTSP-PMD) Kutim, menyambut baik tawaran kerja sama dari Kerajaan Brunai Darusalam. Hal ini disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Drs H Irawansyah M Si dalam pertemuan yang digelar di ruang Arau Setkab Kutim, Rabu (13/3/2019).

Pertemuan dengan Kerajaan Brunei untuk menjalin kerja sama merupakan kali kedua. Sebelumnya, kata Irawansyah, Pemkab Kutim sudah mengusulkan 20 peluang investasi yang bisa dikerjasamakan di Kabupaten Kutai Timur. Undangan kedua ini, Pemkab Kutim akan mempresentasikan lebih jauh tentang peluang investasi serta sarana pendukung yang dimiliki Kutim.

“Kami sudah menawarkan kerja sama. Tapi, soal persyaratan terkait perizinan, keamanan, infrastruktur jalan dan bandara, untuk menunjang investasi, akan dibicarakan lagi pada pertemuan nanti,” ungkap Irawansyah.

Di antara puluhan usulan investasi, menurut Irawansyah, KEK Maloy adalah salah satunya. Seperti pengelolaan pergudangan, fasilitas penunjang lainnya atau industri turunan kelapa sawit. Bisa juga bekerja sama dengan Perusda MBS selaku perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola KEK. “Selain, KEK Maloy, kita juga menawarkan program prioritas lainnya yang sedang digalakkan di Kutim. Di antaranya sektor pariwisata, perikanan, peternakan dan pendidikan,” ujar Irawansyah.

Senada, Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan di Dinas PMD-PTSP, Syaiful Ahmad mengatakan Kutim adalah salah satu dari sembilan daerah di Indonesia yang mendapat undangan Pangeran Kerajaan Brunei Darussalam untuk kerja sama investasi di berbagai bidang. Karena dinilai memiliki tempat strategis untuk paket investasi. "Salah satu investasi yang akan ditawarkan adalah KEK MBTK, Pelabuhan Kudungga, industri pengolahan, budidaya pengolahan peternakan sapi, pariwisata dan pendidikan," kata Syaiful.

Kelebihan kerja sama dengan Kerajaan Brunei, menurut Syaiful, mereka tidak meminta disiapkan jalan dan sebagainya. Karena mereka akan membangun semuanya dari A sampai Z. Sementara Pemerintah Kutim hanya sebagai fasilitator saja. “Di Kutim, kami akan menyiapkan paket kerja sama secara fleksibel. Kebetulan juga, Brunei sedang giat-giatnya menjalin kerja sama dengan daerah-daerah serumpun, seperti di Pulau Kalimantan. Kita ditawarkan pengolahan dengan potensi infrastrukturnya sekaligus,” ujar Syaiful.(kominfo perstik kutim)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved