Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Advokat Lingkungan Menilai Penanganan Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Buruk

Nakhoda Kapal MV Ever Judger, Zhang Deyi sebagai tersangka tragedi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menyisahkan tanda tanya. Ini disampikan advokat

Advokat Lingkungan Menilai Penanganan Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Buruk
Tribunkaltim.co/Heriani Amir
Konferensi Pers yang diselanggarakan oleh Jaringan Aktivis Lingkungan Hidup (JAL), didampingi oleh Walhi Kalimantan Timur terkait pengusutan tuntas tragedi teluk Balikpapan, Kamis (14/3/2019) di sekretariat JAL, Perumahan Bumi Rengganis, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Heriani Amir

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penetapan Nakhoda Kapal MV Ever Judger, Zhang Deyi sebagai tersangka kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan masih menyisahkan tanda tanya.

Zhang Deyi mendapatkan vonis 10 Tahun penjara dan denda 15 Milyar Rupiah, merupakan satu-satunya yang menurut petusan Pengadilan Negeri Balikpapan merupakan tersangka utama kasus ini.

Merespon hal tersebut, Jaringan advokat Lingkungan Hidup.

Atau yang biasa dikenal JAL, yang merupakan bagian dari Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak (KOMPAK).

Live Streaming Bhayangkara FC vs Bali United Malam Ini Kamis Pukul 19.30 Wita, Tonton di smartphone

Era Baru Digitalisasi Perpustakaan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center

Hasil Akhir Piala Presiden Semen Padang vs Mitra Kukar Skor 2-0, Dicetak Irsyad dan Juffo

Didampingi oleh WALHI Kalimantan Timur menilai, penetapan Zhang Deyi sebagai tersangka jangan sampai menjadi akhir dari petaka ini.

"Kami tidak mempermasalahkan vonis yang dijatuhkan," tegas Fathul Huda, Direktur JAL Balikpapan pada Konferensi Pers yang digelar di sektetariat JAL, Perumahan Bumi Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Kamis (14/3/2019).

Memang ada pihak yang mengatakan putusan tersebut kurang dibanding dengan akibat yang ditimbulkan," katanya.

"Tapi yang kami soroti adalah kasus ini hanya berhenti pada nahkoda," ujarnya lagi.

Fathul berpendapat, jangan sampai kasus ini berhenti pada nahkoda kapal saja dan menjadi kambing hitam.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved