Ajak Pengusaha Bumi Etam Berani Ekspor, Ini yang Dilakukan GPEI Kaltim

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pengusaha di Kalitm dan menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Samarinda, Disperindagkop Kaltim, dan KSOP Samarinda.

Ajak Pengusaha Bumi Etam Berani Ekspor, Ini yang Dilakukan GPEI Kaltim
Tribunkaltim.co / Cornel Dimas
Bimtek terkait cara mudah ekspor yang digelar Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim di kantor Kadin Kaltim, Jl Jenderal Sudirman, Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tak ingin ekspor dianggap sulit dan berat, Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim menggelar bimbingan teknis (Bimtek) terkait ekspor bagi pengusaha di kantor Kadin Kaltim, Jl Jenderal Sudirman, Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (14/3/2019).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pengusaha di Kalitm dan menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Samarinda, Disperindagkop Kaltim, dan KSOP Samarinda.

Ketua DPD GPEI Kaltim, Muhammad Hamzah mengatakan pihaknya sengaja menggelar bimtek ini dalam rangka mendukung ekspor untuk meningkatkan devisa negara.

"Yang perlu ditingkatkan adalah pengetahuan. Karena masih banyak yang belum tahu tentang ekspor. Ekspor dianggap sebagai sesuatu yang gelap. Padahal ekspor itu sangat mudah. Makanya kita mensosialisasikan cara mudah untuk ekspor," kata Hamzah.

Instagram Down Sejak Subuh, Selamatkan Foto dan Video Anda, Ini Cara Back Up Data IG

Daftar Top Skor Sementara Liga Champions, Ronaldo Sudah Cetak Hattrick, Kalah Sama Lionel Messi

Stok Darah Kamis (14/3/2019), Baca Ketentuannya Sebelum Ajukan Permintaan

Melalui Bimtek ini, GPEI Kaltim juga menawarkan beberapa produk di Bumi Etam yang berpotensi diekspor, selain sektor batubara dan migas.

"Kita memilih produk yang mudah, di Kaltim yang sudah ada itu buah-buahan seperti nanas, buah naga, pisang. Permintaan banyak dari Timur Tengah, Malaysia, Eropa yang membutuhkan," ucapnya.

Menurut Hamzah ekspor tak harus dilakukan terhadap produk besar dan sudah populer. Justru produk terdekat seperti buah-buahan bisa terus didorong ke pasar ekspor.

"Ada tiga yang penting dalam ekspor yaitu, tercukupnya jumlah barang, kualitas harus bagus, dan bersifat kontinyu. Kita tidak muluk-muluk, cukup produk yang ada di Kaltim saja yang kita dorong. Langkah kita saat ini bagaimana produk yang ada diekspor dulu, berjalan dulu tahap demi tahap ditingkatkan," ungkap Hamzah.

Selama ini kendala eksportir terletak pada regulasi. Melalui Bimtek ini pihaknya menyosialisasikan kemudahan para eksportir yang tergabung dalam GPEI guna memasarkan produknya ke luar negeri.

"Kita sudah koordinasi dengan bea cukai, Disperindagkop, dan Kementerian perhubungan mereka memberikan fasilitas khusus untuk GPEI. Contohnya keharusan membayar pajak dan terkendala hari libur. Tapi bagi anggota GPEI bisa langsung ekspor dan pajaknya menyusul," katanya.

Prakiraan Cuaca Kota Samarinda Kamis (14/3/2019), Hujan Lokal Terjadi di Beberapa Kecamatan

Soal Caleg PKS yang Dilaporkan Cabuli Anak Kandung, DPD PKS Sumbar Sebut Bukan Kader Mereka

Pihaknya juga mendorong kawasan berikat sebagai fasilitas ekspor pengusaha di luar sektor batubara dan migas. Kawasan berikat ini, kata Hamzah terletak di Desa Pendingin, Kutai Kartanegara.

"Untuk ekspor buah-buahan minimum satu kontainer. Cuma permasalahan kita kalau satu kontainer tidak bisa cepat karena harus mampir Surabaya dulu baru diekspor. Kami khawatir barang itu jadi busuk. Makanya kami siapkan kawasan berikat di daerah Pendingin, Kutai Kartanegara," tuturnya.

Tak hanya sampai di Bimtek, GPEI Kaltim selanjutnya berencana menggelar pelatihan pengawet untuk produk buah dan ikan. Pengawet organik yang akan disosialisasikan ini mantinya tidak mengubah rasa, warna, dan aroma buah-buahan dan ikan. (*) 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved