Badai Matahari Diprediksi Terjang Bumi 15 Maret 2019, Kejadian 2.700 Tahun Lalu Masih Terdahsyat

Fenomena badai matahari atau ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju bumi diprediksi bakal terjadi.

Badai Matahari Diprediksi Terjang Bumi 15 Maret 2019, Kejadian 2.700 Tahun Lalu Masih Terdahsyat
Getty via express.co.uk
Badai matahari 

TRIBUNKALTIM.CO - Fenomena badai matahari atau ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju bumi diprediksi bakal terjadi.

Peringatan mengenai fenomena badai matahari ini pernah diumumkan oleh para ilmuwan.

Berdasarkan keterangan dari laman express.co.uk, yang dikutip TribunJabar.id, Kamis (14/3/2019), fenomena badai matahari itu, diprediksi oleh peneliti di laman Space Weather, akan terjadi pada 15 Maret 2019.

Sesuai laporan, kedatangan badai matahari itu bertepatan dengan pembentukan 'celah equinox' di medan magnet Bumi, yang diyakini para ahli terbentuk di sekitar titik balik pada 20 Maret dan 23 September setiap tahun.

Baca juga :

AHY Sambangi Prabowo di Rumah Kartanegara, Jubir BPN: Koordinasi Terkait Pilpres

 

Viral, Warga Kompak Tangkap Maling Motor yang Mau Melarikan Diri, Blokir Jalan dan Siapkan Pentungan

Badai geomagnetik adalah gangguan sementara dari medan magnet Bumi yang disebabkan oleh radiasi dan aliran partikel bermuatan dari Matahari.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengatakan dalam sebuah pernyataan,

"Sebuah arloji geomagnetik minor sekarang berlaku untuk 14 dan 15 Maret 2018. Aurora mungkin terlihat di garis lintang tinggi."

Di masa lalu, peristiwa geomagnetik skala besar telah mengganggu satelit komunikasi dan mematikan pasokan listrik.

Badai geomagnetik dinilai pada skala G1 hingga G5, dengan yang terakhir menjadi yang paling ekstrem.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved