Bandara APT Pranoto mulai Ramai Penumpang, Pedagang dan Ojek Sekitar Bandara Ikut Raup Untung

Bandara APT Pranoto mulai Ramai Penumpang, Pedagang dan Ojek Sekitar Bandara Ikut Raup Untung

Bandara APT Pranoto mulai Ramai Penumpang, Pedagang dan Ojek Sekitar Bandara Ikut  Raup Untung
Tribunkaltim.co/christine
Bus Damri yang melayani rute dari dan ke Bandara APT Pranoto Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Berkah melonjaknya jumlah penumpang melalui Bandara APT Pranoto Samarinda dirasakan sejumlah warga yang berusaha di lingkungan bandara. Rata-rata sejak dibukanya banyak rute baru penerbangan luar Kaltim omzet pengusaha naik dua kali lipat.

Salah satunya dirasakan Triono, penjual bakso yang biasa menjajakan dagangannya di halaman luar komplek bandara. Pada November 2018 lalu, saat penerbangan masih sedikit dan hanya melayani rute lokal Kaltim, rata-rata menjual 30-40 porsi bakso per hari dengan harga Rp 25 ribu per mangkuknya.

Memasukkan awal 2019, sejak mulai dibukanya salah satu rute favorit, Samarinda-Surabaya, dan banyak rute luar Kaltim lainnya, ia mengaku omzetnya naik drastis. Bisa mencapai lebih dari 60 mangkuk per hari. "Omset sampai Rp 2 juta per hari, dan untung bersihnya Rp 1 juta," katanya ditemui di lapaknya, Rabu (13/3).

Liverpool Lolos ke Perempat Final, Real Madrid dan Bayern Munchen Angkat Kaki dari Liga Champions

Saat ini, di jalur tempatnya berdagang hanya diisi tiga pedagang, salah satunya adalah kafetaria. Dari informasi yang ia terima, Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) berencana menggandeng banyak pedangan mengisi lapak kuliner di lokasi itu.

Kehadiran Bandara APT Pranoto merangsang lahirnya transportasi lokal. Salah satu yang baru tumbuh yakni 20 orang yang sering disebut "Ojek Kampung Sungai Siring".

La Pawi, anggota ojek Kampung Sungai Siring mengatakan, pengojek ini kebanyakan warga sekitar bandara yang bekerja paruh waktu mengantarkan penumpang dengan sepeda motor pribadi.

Komunitas ojek konvensional ini tumbuh awal Januari lalu, seiiring dengan semakin banyaknya penumpang di Bandara APT Pranoto yang diperkirakan 3 ribu per harinya.

Wow, Selama Setahun sejak Dibuka, Pergerakan Penumpang di Bandara APT Pranoto Naik 3.150 Persen

Rute yang biasa mereka lakoni seputar kawasan bandara, Samarinda bahkan sampai Tenggarong. La Pawi mencontohkan, biaya ojek dari APT Pranoto ke Lempake Rp 60 ribu. Sementara, ke Kota Samarinda, patokannya Islamic Center Rp 100 ribu per orang. "Pernah ke Tenggarong bayarnya Rp 200 ribu," kata pria kelahiran 1965 yang saat pagi bertani di sawahnya.

Baru menjalani pekerjaan sebulan, rata-rata per hari ia bisa membawa pulang Rp 60-90 ribu. Selain Ojek online dan konvensional, ada pula angkutan lain seperti travel, Bus Damri dan Taksi Bandara. Saat ini, terdapat empat Operator taksi bandara, yakni, Aero Cab, Angkasa Jaya Gobal, dan Sentra Taxi.

Samuel Parningotan Siahaan, CSO Sentra Taksi di APT Pranoto mengamini, ada lonjakan penumpang per hari dibandingkan November saat belum banyak penerbangan jet komersial dibandingkan Januari hingga Februari ini.

Agum Gumelar Ungkap Pemberhentian Prabowo, Mantan Panglima TNI Gatot Pernah Bersaksi

"Kalau dulu, November paling sehari 11 Penumpang pernah hari, karena waktu itu pesawat kecil. Kalau sekarang, 40 penumpang per hari," kata pria 23 tahun ini saat mengawasi oprasional 18 unit taksi yang beroperasi di APT Pranoto. (dro)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved