Corporate Social Responsibility

Manajemen PT Trisensa Mineral Utama Bantu Fasilitas Pendidikan & Insentif Guru di Kutai Kartanegara

Kepercayaan masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di TK Harapan Sejahtera juga bertambah.Sebelumnya hanya 18 anak, tahun ini menjadi 25 anak.

Manajemen PT Trisensa Mineral Utama Bantu Fasilitas Pendidikan & Insentif Guru di Kutai Kartanegara
Marcom Trisensa Mineral Utama
Murid-murid TK Harapan Sejahtera didampingi para guru dan perwakilan manajemen PT Trisensa Mineral Utama, usai penyerahan bingkisan kepada para murid. 

TRIBUNKALTIM.CO, KUKAR – Kondisi Taman Kanak-kanak (TK) Harapan Sejahtera sebelumnya berbeda jauh dengan suasana pendidikan usia dini pada umumnya. Sebelumnya, bangunan gedungnya berkonstruksi kayu. Didirikan atas swadaya warga Dusun Harapan Sejahtera, Juli 2014 lalu. Ruangannya hanya berisi meja, lemari dan papan tulis. Sangat terbatas buku bacaan serta fasilitas penunjang ketangkasan untuk anak.

Hal ini membuat pengajar tidak dapat berbuat banyak untuk mengembangkan kreativitas anak didiknya. Ditambah lagi halaman depannya hanya terisi sebuah permainan ayunan besi yang setiap harinya diperebutkan anak-anak. Diperparah kondisi halaman yang masih tanah, membuat baju seragam sekolah para murid ketika bermain harus kotor. Apalagi ketika musim penghujan tiba, halaman sekolah itu pasti berlumpur.

Namun kondisi itu berubah ketika sentuhan tangan TMU, anak perusahaan PT Toba Bara Sejahtra Tbk menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejak 2015 lalu kepada TK Harapan Sejahtera.

Satu persatu fasilitas disediakan oleh perusahaan batubara ini. Ratusan judul buku bacaan diberikan kepada anak- anak. Permainan balok untuk mengasah kemampuan anak hingga mengisi halaman sekolah dengan permainan jungkat-jungkit, perosotan dan panjat tali. Para murid akhirnya mempunyai banyak pilihan bermain.

Mereka tak lagi takut kotor ketika bermain di halaman. Pasalnya halaman telah disemenisasi. Selain itu, para murid juga mendapatkan bingkisan dan makanan tambahan. "Setiap tiga bulan sekali, anak-anak mendapatkan bingkisan, makanan tambahan dan game seru dari TMU," ungkap Kepala TK Harapan Sejahtera, Nur Asriani, saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Desa Tani Bakti, Senin (25/2/2019) lalu.

Tidak hanya bagi para murid. TMU juga menunjukkan kepeduliannya terhadap para guru. Nur mengakui, mendapatkan uang insentif setiap bulannya dari TMU. Jadi, dia bersama dua orang pengajar mendapatkan penghasilan tambahan. Alhasil dapat membantu memenuhi kebutuhannya dan membuat para pengajar tambah semangat dalam menunaikan tugas. Berbeda dari sebelumnya, hanya memperoleh pembagian uang iuran bulanan murid sebesar Rp 30 ribu yang juga harus disisihkan untuk kebutuhan sekolah. “Program pemberian bantuan insentif kepada pengajar oleh PT TMU sejak tahun 2015 sangat membantu kami," tegasnya.

Berkat support yang diberikan oleh TMU, kepercayaan masyarakat sekitar untuk menitipkan anaknya di sekolah tersebut juga bertambah. Dari sebelumnya hanya 18 anak, tahun ini menjadi 25 anak. “Jadi banyak warga yang sekolahkan anaknya di sini," ucapnya.

Bantuan tersebut, menurut Mining Support Manager PT TMU, I Made Sukantra tidak berhenti sampai di situ saja. Tahun ini pihaknya berencana akan menambah bangunan di TK Harapan Sejahtera. Hal ini karena minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di TK Harapan Sejahtera terus meningkat.

"Kami memilih TK Harapan Sejahtera sebagai sekolah binaan untuk mempermudah warga sekitar sehingga mereka tidak perlu menyekolahkan anaknya jauh-jauh, jadi biaya yang dikeluarkan juga semakin sedikit. “Pokoknya bantuan itu terus mengalir, sampai TMU selesai beroperasi di sini," tutur Made yang didampingi Mining Support Supervisor TMU, Hairil Jayaliasnyah.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) terhadap pendidikan usia dini ini, merupakan bentuk kepedulian dan komitmen TMU untuk memajukan dunia pendidikan dan mencerdaskan anak di Kaltim khususnya Kukar. Hal ini dianggap perlu karena kunci pembangunan karakter dan kecerdasan berada pada anak berusia 0-6 tahun. “Ini bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di wilayah penambangan, di bidang pendidikan usia dini," ucapnya.

Selain itu, kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan tidak hanya menyasar pendidikan usia dini, namun juga usia menengah. Terbukti, dengan memberikan tambahan pendidikan atau program bimbingan belajar terhadap pelajar kelas IX di dua SLTP di dua desa Kecamatan Loa Janan, Kukar yakni SMP Negeri 02 Loa Janan Desa Tani Harapan Batuah dan SMP Negeri 06 Loa Janan Desa Batuah Tani Harapan, yang dimulai sejak September 2018 lalu hingga kini.

Dengan menyediakan empat orang pengajar yang berkompeten di pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Proses belajar mengajar ini berlangsung selama 1,5 jam setiap hari Sabtu. “Pelajar yang ikut itu, 93 orang dari SMPN 02 Loa Janan Desa Batuah dan SMPN 06 Loa Janan Desa Tani Harapan dengan jumlah pelajar 42 Orang," ujarnya.(advertorial)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved