Stasiun Pengumpul Gas Medco Terbakar, Ibu-ibu di Tarakan Binggung tak Bisa Masak

Insiden kebakaran Stasiun pengumpul utama gas plant 8 Medco di Tarakan, Minggu (17/3) mengakibatkan terganggunya jaringan gas di Kota Tarakan

Stasiun Pengumpul Gas Medco Terbakar, Ibu-ibu di Tarakan Binggung tak Bisa Masak
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Stasiun pengumpul utama gas plant 8 yang dikelola PT Medco &EP; Indonesia Tarakan di Kelurahan Kampung Satu/Skip terbakar, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Insiden kebakaran Stasiun pengumpul utama gas plant 8 yang dikelola PT Medco & EP Indonesia Tarakan, Minggu (17/3) mengakibatkan terganggunya jaringan gas (jargas) rumah tangga yang dikelola Perusahaan Gas Negara (PGN) Tarakan.

Kepala Sales Area PGN Tarakan Bramantya Saputra membenarkan hal itu. Ia mengatakan, akibat terbakarnya gas utama PT Medoc & EP Indonesia Tarakan, pendistribusian jargas kepada pelanggan di Kota Tarakan sementara terhenti.

"Iya benar sementara ini aliran jargas rumah tangga ke pelanggan terhenti. Kami memohon maaf kepada pelanggan jargas atas ketidaknyamanan ini," ujarnya. Seperti diketahui selama ini bahan baku gas berasal dari PT Medco.

Stasiun Pengumpul Gas Medco di Tarakan Terbakar, Warga Sempat Mendengar Ledakan 4 Kali

Pria yang akrab disapa Bram mengungkapkan 23.730 pelanggan terhenti aliran gasnya. Ia tidak mengetahui, sampai kapan aliran gas dapat kembali teraliri ke pelanggan. Pasalnya ia belum mendapatkan informasi kepastian dari pihak Medco.

"Sebenarnya jam 7 pagi, kami sudah tahu bahwa gas utama G 8 Medco terbakar. Akibatnya Medco menutup aliran gas yang menuju jargas kita. Jam 07.20 Wita, Medco menutup aliran gas, sehingga kami langsung mengirimkan SMS kepada pelanggan untuk memberikan informasi ini," ucapnya.

Bram mengakui, tadi malam hingga pagi sekitar pukul 07.20 Wita, aliran gas masih ada yang sempat mengalir ke pelanggan, itu karena adanya tekanan gas yang masih tersisa. "Sempat tertahan selama 20 menit gasnya dan akhirnya pukul 07.30 Wita sudah tidak teraliri lagi, karena aliran gasnya ditutup Medco," jelas Bram.

Akibat peristiwa ini, pelanggan jargas rumah tangga, khususnya ibu-ibu rumah tangga ingin memasak kesal dan kecewa. Hana, warga yang tinggal di Jalan Mulawarman mengaku kesal, karena tidak bisa memasak air.

"Barusan saya rebus air untuk minum, tiba-tiba saja kompor gas mati. Saya kaget ini kenapa kok tiba-tiba mati. Padahal air yang saya rebus itu belum masak. Sampai saya diberitahukan tetangga, jargasnya mati akibat kebakaran di stasiun gas Medco," ujarnya.

Wanita berusia 50 tahun ini berharap, aliran jargas segera kembali normal, sehingga ia dapat masak untuk keluarganya. "Kalau kayak gini terpaksa sementara beli air mineral botolan dulu. Begitu juga makanan beli saja dulu di luar," katanya.

Pemkab Kubar Kembangkan Sapi Madura, Tahun Ini Tambah 300 Ekor Sapi

Prakiraan Cuaca BMKG di Balikpapan Sabtu (16/3/2019), Cuaca Cerah di Darat, Gelombang Tinggi di Laut

Hal sama diungkapkan Siti, warga Permunas. Ia mengaku kaget ketika sedang mengoreng ikan, tiba-tiba saja kompor gasnya mati.

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved