Kemkominfo RI Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme, Cek Dua Jam Sekali

Kemkominfo RI telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009-2019

Kemkominfo RI Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme, Cek Dua Jam Sekali
Tribunkaltim.co/ilo
ilustrasi - Mengoperasikan smartphone tanpa kenal waktu. Kemkominfo RI telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo RI telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo kepada Tribunkaltim.co melalui press rilis yang dikirim melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (19/3/2019) malam.

Dia jelaskan, laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, menunjukkan berdasarkan platform.

Paus Ini Tewas Setelah Telan 40 Kg Plastik di Pantai Filipina, Simak Foto-fotonya Ini

Senjata Api yang Digunakan Brenton Tarrant Banyak Tertulis Angka 14, Ini Maknanya

Kabar Teranyar Persib Bandung, Bocoran 2 Pemain Baru hingga Srdan Lopicic Terancam Dicoret

Konten yang terbanyak diblokir berada di facebook dan instagram, yakni sebanyak 8.131 konten.

Sementara di twitter sebanyak 8.131 konten.

Adapun konten radikalisme dan terorisme yang diblokir di google YouTube sebanyak 678 konten.

Kemudian 614 konten di platform telegram, 502 konten yang berada di filesharing, dan 494 konten di situs web.

Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, Kementerian Kominfo melakukan penapisan atau pemblokiran konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme sebanyak 323 konten, yang terdiri dari 202 konten di situs web, 112 konten di platform telegram, 8 konten di facebook dan instagram dan 1 konten di youtube.

Sementara selama tahun 2018, telah diblokir konten radikalisme dan terorisme sebanyak 10.499 konten yang terdiri dari 7.160 konten di facebook dan instagram, 1.316 konten di twitter, 677 konten youtube, 502 konten di telegram, 502 konten di file sharing, dan 292 konten di situs web.

Pertumbuhan angka penapisan konten ini terasa sangat signifikan setelah Kementerian Kominfo mengoperasikan Mesin AIS.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved