Sebelum Gugur, Anggota Brimob Nunukan Sempat Kabari Tantenya akan Berantas Kejahatan Tingkat Tinggi

Sejak ibundanya meninggal dunia, Aldy begitu dekat dengan tantenya bernama Rusni.

Sebelum Gugur, Anggota Brimob Nunukan Sempat Kabari Tantenya akan Berantas Kejahatan Tingkat Tinggi
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Kedatangan jenazah almarhum Aldy disambut keluarganya di kargo bandara Juata Tarakan, Kamis (21/3/2019). Kedatangannya disambut Kapolda Kaltara, Wagub Kaltara, dan pejabat lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Bharatu (Anumerta) Muhammad Aldy yang gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, adalah anak kedua dari empat saudara.

Menjadi anggota polisi merupakan cita-citanya sejak kecil.

Sejak kecil ia mengutarakan niatnya menjadi polisi kepada ibundanya.

Namun sebelum melihat Aldy berhasil menjadi seorang anggota polisi, ibunda tersayangnya meninggal dunia enam tahun lalu.

Tentu kepergian ibundanya ini membuat Aldy sedih. Sejak ibundanya meninggal dunia, Aldy begitu dekat dengan tantenya bernama Rusni.

Tantenya ini sudah dianggap Aldy sebagai penganti ibundanya yang telah meninggal dunia.

Sehari-hari Aldy memanggil Rusni dengan sebutan mami. Selama bertugas di Papua, Aldy sering kali berkomunikasi lewat chat di WA, dengan Rusni yang biasa dipanggil mami ini.

Almarhum Aldy terakhir chat dengan maminya melalui WA pada 14 Maret.

Isi chatnya, Aldy memberitahukan kepada Rusni, bahwa ia akan mengumpulkan handphonenya kepada atasnnya, karena akan mendapatkan tugas melakukan pengamanan.

Halaman
123
Penulis: Junisah
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved