Properti

6 Cara Hemat Bangun Rumah Idaman, Nggak Perlu Mahal dan Dijamin Cocok di Kantong!

Sayangnya, biaya bangun rumah yang lumayan tinggi membuat banyak orang belum sanggup melakukannya.

6 Cara Hemat Bangun Rumah Idaman, Nggak Perlu Mahal dan Dijamin Cocok di Kantong!
SHUTTERSTOCK
6 Cara Hemat Bangun Rumah Idaman, Nggak Perlu Mahal dan Dijamin Cocok di Kantong! 

Biasanya harga satu toko dengan yang lainnya berbeda-beda.

Bisa jadi harga semen di toko A lebih murah dari toko B. tapi harga paku di toko B masih lebih murah dibandingkan toko A.

Anda tidak perlu sungkan untuk keluar masuk toko bangunan dan melakukan riset harga.

Jangan lupa pertimbangkan juga total biaya yang kamu butuhkan untuk melakukan riset harga ke satu toko ke toko lain.

4. Pilih bahan bangunan lokal berkualitas

Anda tentu ingin menggunakan bahan-bahan yang berkualitas ketika membangun rumah idaman, kan?

Sekarang sudah banyak bahan bangunan lokal yang tak kalah berkualitas.

Jadi, Anda tidak perlu memakai semua material produksi luar negeri yang harganya relatif mahal.

Bahan bangunan lokal biasanya mempunyai harga yang cukup terjangkau dibandingkan produk luar negeri.

Jadi, Anda bisa menghemat biaya yang lumayan jika menggunakan produk dalam negeri.

5. Pakai jasa tukang bangunan borongan, bukan harian

Salah satu hal penting dalam membangun rumah idaman yaitu tukang bangunan, tanpa adanya tukang bangunan rumah yang akan kamu bangun tidak akan selesai.

Biaya untuk membayar jasa merekalah yang paling menyita anggaran cukup besar.

Pilihlah tukang yang telah berpengalaman dan memiliki reputasi kerja yang baik, agar dana yang dikeluarkan tidak sia-sia nantinya.

Ada dua cara pembayaran upah jasa tukang bangunan, yaitu sistem harian dan borongan.

Keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan.

Sistem tukang harian biasanya dinilai memiliki kualitas kerja yang lebih baik dibanding sistem borongan, karena sistem borongan mendorong tukang untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat selesai.

Pada sistem borongan ini Anda juga dapat memprediksi total biaya pekerjaan dengan lebih pasti daripada sistem harian.

Pekerjaan dengan sistem borongan biasanya juga lebih cepat ketimbang sistem harian, sehingga lebih dapat menekan biaya dan Anda juga bisa lebih cepat menempati rumah idaman.

6. Membuat rumah secara bertahap

Jika dana yang Anda miliki masih terbatas, bukan berarti Anda harus menunda proses pembangunan rumah.

Pembangunan rumah bisa dilakukan secara bertahap.

Misalnya mulai dari pondasi, pendirian bangunan, pemasangan atap, hingga tahap finishing atau penyelesaian.

Biaya yang dikeluarkan pun sesuai dengan budget saat ini untuk pembangunan tahap awal, kemudian Anda bisa menabung lagi untuk tahap berikutnya.

Cara ini ampuh untuk menahan biaya, sehingga uang yang Anda keluarkan tidak langsung membuat kantong jebol.

Kelebihan lainnya, yaitu Anda membeli dan menggunakan material secara efisien, sehingga menghindari ada material yang tak terpakai dan terbuang.

Sayang kan kalau ada yang tersisa atau terbuang begitu saja?

Pentingnya Penekanan Biaya Agar Hemat

Penghematan biaya sangatlah penting dana yang dimiliki cukup terbatas.

Anda harus pintar menyiasati agar bisa menekan biaya lebih hemat lagi.

Tidak perlu menggunakan bahan-bahan buatan luar negeri, bahan lokal pun tak kalah berkualitasnya.

Rumah dengan desain minimalis pun bisa dijadikan pilihan.

Semoga informasi di atas bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk Anda yang ingin membangun rumah idaman.  

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Tunaikita.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Tunaikita.com.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biaya Bangun Rumah Mahal? Ini Cara Hemat Bangun Rumah Idaman", https://money.kompas.com/read/2019/03/23/110500926/biaya-bangun-rumah-mahal-ini-cara-hemat-bangun-rumah-idaman.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Klik Like & Follow Facebook Tribunkaltim.co:

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved