Pilpres 2019
VIDEO - Ditanya soal Kemungkinan Orang Kaltim Jadi Menteri, Begini Jawaban Cawapres Maruf Amin
Ma'ruf Amin Calon Wakil Presiden atau cawapres No urut 1 berkesempatan mengunjungi Samarinda, Kalimantan Timur, Jum’at, (22/3/2019).
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto | Editor: Amalia Husnul A
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ma'ruf Amin Calon Wakil Presiden atau cawapres No urut 1 berkesempatan mengunjungi Samarinda, Kalimantan Timur, Jum’at, (22/3/2019).
Cawapres pasangan Jokowi ini turut menyampaikan tausiyah kebangsaan pada Deklarasi Anak Republik (AR) Kaltim.
Di sela-sela kunjungannya, Ma'ruf Amin meyempatkan diri menyapa awak media.
• Cawapres 01 Datang, Puluhan Pengusaha di Kaltim Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf
• Jokowi-Maruf Kalah di Jakarta Berdasar Survei Kompas, Timses Prabowo-Sandiaga Lanjutkan Strategi Ini
• Maruf Amin Tiba di Balikpapan, Disambut Tabuhan Rebana di Bandara Sepinggan
Ma’ruf Amin mendapat pertanyaan soal kemungkinan menarik orang Kaltim menduduki jabatan Menteri ketika nantinya ia terpilih sebagai Wakil Presiden RI.
Pasalnya selama ini orang Kaltim belum pernah menduduki jabatan menteri. Ma'ruf Amin pun mengangguk antusias menjawab pertanyaan tersebut.
"Iya, iya, itu akan kami pertimbangkan," ujar Ma'ruf Amin.
Menurutnya kursi menteri perlu dibicarakan lebih lanjut.
Namun Maruf Amin berkomitmen penuh kursi menteri harus merata untuk Provinsi di Indonesia.
"Iya nanti dipertimbangkan, dilihat lagi kursi Menteri berapa, dan berapa Provinsi yang ada di Indonesia," ucapnya sembari berlalu.
• VIDEO - Tabuhan Rebana Menyambut Kedatangan Maruf Amin di Balikpapan
• Terbaru, Ini Survei Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen
• Soal Cuitan Infrastruktur Langit, Ferdinand: Kalau Dirasa Menghia Maruf Amin, Saya Minta Maaf
Tak hanya soal kursi Menteri, Ma'ruf Amin juga berkomitmen memajukan industri kelapa sawit di Indonesia.
Kaltim sebagai daerah penghasil Sawit akan terus didukung mengembangkan produk turunan sawit.
"Kita akan perjuangkan sawit agar harganya naik. Sawit bisa jadi campuran migas, Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sekarang baru dikembangkan BBM20. Nanti sawit bisa diubah menjadi BBM100 yang artinya 100 persen.
Kalau ini sudah berjalan, berarti sawit tidak perlu dijual ke luar negeri.
Kita ubah untuk bahan bakar kendaraan dan kepentingan pabrik. Kita bisa menghemat devisa banyak sekali," ungkap Maruf Amin.
(*)
Follow Instagram tribun kaltim
Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini