Berita Video

VIDEO - Millenials Gathering 2019 dengan tajuk Every Ideas Count

Dari data yang ia presentasikan, Indonesia berada di peringkat ketiga dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

VIDEO - Millenials Gathering 2019 dengan tajuk Every Ideas Count
TRIBUN KALTIM/ JINO PRAYUDI KARTONO
Wakil komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memberikan presentasi seputar ekonomi kreatif bagi generasi millenial di acara Millenials Gathering. Acara ini berlokasi di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Sabtu (23/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Jino Prayudi Kartono

TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lantai 10 Grand Jatra Hotel Balikpapan terlihat penuh sesak didatangi ratusan masyarakat. Mereka merupakan para peserta yang mengikuti kegiatan Millenials Gathering 2019 di area ballroom. Even bertajuk Every Ideas Count ini menghadirkan narasumber Kepala Bekraf RI Triawan Munaf dan Wakil Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Sabtu (23/3/2019).

Sebelum acara dimulai kegiatan dimulai dengan nyanyian dari band lokal Balikpapan.

Gunung Everest Mencair, Jasad-jasad Pendaki yang Hilang Mulai Nampak Wujudnya

Kunjungi Peserta Kursus Pelatih Lisensi D Nasional, Ini Pesan Coach Fakhri Husaini

Setelah beberapa menit mulailah sosok pejabat tersebut masuk ke area ballroom.

Mereka berdua disambut dengan tarian tradisional yang diadakan panitia. Dalam presentasinya Triawan menjelaskan jika Indonesia merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar dunia dari segi ekonomi kreatif.

Dari data yang ia presentasikan, Indonesia berada di peringkat ketiga dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

"Pertama Amerika menyumbang 11 persen ekonomi negara. Kedua (yaitu) Korea 9 sekitwr persen. Lalu ketiga Indonesia 7 persen," ucapnya.

Cawapres 01 Datang, Puluhan Pengusaha di Kaltim Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf 

Soal TKA China, Utang Hingga Indonesia Bangkrut, Ini Pendapat Guru Besar UI

Maka dari itu ia mendukung penuh para generasi muda khususnya di Balikpapan agar terus berinovasi dalam menciptakan sebuah kreasi yang bernilai. Justru ia menyarankan peran pemerintah daerah untuk terus mendukung dan mengawasi para pelaku ekonomi kreatif muda di beberapa daerah.

"Justru pemerintahana yang tidak visioner akan ketinggalan jauh. Untuk itu beberapa perwakilan pemerintah mengawasi dan mendukung kegiatan ekonomi kreatif kalau bisa ekonomi kreatif daerah seimbang dengan ekonomi kreatif di pusat," ucapnya.

Ekonomi kreatif bisa apa saja. Bahkan budaya di sebuah daerah pun bisa menjadi sebuah ekonomi kreatif. Tak hanya itu di era modern dan digitalisasi ini perkembangannya cukup pesat.

Bahkan anak muda di Indonesia ucap Triawan sudah bisa unjuk gigi keluar negeri. Dengan menciptakan konten berupa video games yang dibuat. Bahkan katanya kreator Balikpapan untuk urusan video games cukup banyak.

Argentina Vs Venezuela - Tim Tango Kalah di Laga Comeback Messi, Sang Bintang pun Tertimpa Cedera

Portugal Vs Ukraina - Tampil Gemilang, Kiper Berusia 34 Tahun Rusak Comeback Cristiano Ronaldo

"Ada 95 jenis video games ada di Balikpapan. Semua orang bisa berkreatif," katanya. Ia merasa kedepannya harus adanya pembenahan dan peningkatan dari segi aturan.

Tujuannya agar para pelaku ekonomi kreatif dapat perlindungan hukum untuk menjaga hak ide mereka agar tidak diambil pihak yang tak bertanggung jawab.

"Undang-undang kreatif jadi bisa mengatur kelembagaannya. Ada kesempatan kelembagaan bagus hingga ada pendanaan sebagai bentuk support yang diberikan," kata Triawan.

Simak Videonya :

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved