Ramai Tagar Game PUBG Haram, MUI Mulai Gelar Rapat Pengkajian Fatwa Game PUBG

Tagar game PUBG haram sempat viral di media sosial Twitter.Tagar game PUBG haram karena pihak MUI berwacana ingin beri fatwa pada game PUBG haram.

Ramai Tagar Game PUBG Haram, MUI Mulai Gelar Rapat Pengkajian Fatwa Game PUBG
Tribunkaltim.co/ilo
Satu bentuk wujud game PUBG. Sempat jadi trending topik di Twitter game PUBG, haram. Majelis Ulama Indonesia atau MUI pun menggelar Rapat pengkajian terkait fatwa terkait dampak negatif yang bisa ditimbulkan gim online yang memuat konten kekerasan yakni Player Unknown's Battlegrounds atau game PUBG. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tagar game PUBG haram sempat viral di media sosial, sempat jadi ternding topik di Twitter. Mencuatnya tagar game PUBG haram karena sempat pihak dari MUI berwacana ingin memberi fatwa pada game PUBG itu haram.

Kini Majelis Ulama Indonesia atau MUI pun menggelar Rapat Pengkajian terkait fatwa terkait dampak negatif yang bisa ditimbulkan gim online yang memuat konten kekerasan yakni Player Unknown's Battlegrounds atau game PUBG.

Selain dihadiri oleh anggota MUI, rapat game PUBG tersebut dihadiri pula oleh perwakilan Kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo, Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI hingga psikolog.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi fatwa MUI, Asrorun Niam mengatakan agenda itu sengaja diadakan untuk mendengarkan pendapat sejumlah pihak terkait dampak yang bisa ditimbulkan dari game PUBG.

"Sore hari ini kita melaksanakan pengkajian yang mendengar dari para pihak yang memiliki keahlian terkait fenomena game kekerasan dan dampaknya di tengah masyarakat," ujar Asrorun Niam, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Soal Game PUBG, MUI Minta Waktu Sebulan untuk Mengkaji sebelum Keluarkan Fatwa

Kacamata Psikolog Atas Wacana Fatwa MUI Soal Game PUBG Haram, Begini Penjelasannya

Game Online Sejenis PUBG Ada Payung Hukum, Isi Pornografi dan Perjudian Bisa Diblokir

Asrorun Niam menjelaskan, sejak terjadinya aksi penembakan brutal di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru, banyak pihak yang mengaitkan apa yang dilakukan pelaku dengan permainan game PUBG.

Kendati demikian, Asrorun Niam dan jajaran MUI lainnya enggan untuk mengambil kesimpulan terlalu dini terkait penyebab kasus tersebut.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi pelaku dalam melakukan aksi sadisnya itu.

"Bisa jadi (pelaku terpengaruh) faktor pemahaman keagamaan yang bersifat menyimpang, bisa jadi faktor sosial politik, bisa jadi ekonomi, bisa jadi faktor budaya termasuk di dalam tontonan dan juga permainan," jelas Asrorun Niam.

Oleh karena itu, semua pihak harus bisa melakukan pencegahan terhadap aksi serupa.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved