Ekonomi Kaltara Tumbuh ke Level 6,40 Persen, Ini Analisa BI

Pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah daerah di Kalimantan Utara termasuk di daerah perbatasan akan memberi sumbangsih yang positif

Ekonomi Kaltara Tumbuh ke Level 6,40 Persen, Ini Analisa BI
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Salah satu ruas jalan beraspal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diabadikan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Meski dikrediksi melambat pada triwulan II 2019 nanti, namun secara kumulatif sepanjang tahun 2019, ekonomi Kalimantan Utara akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan range 6,00 sampai 6,40 persen.

Lagi-lagi lapangan usaha konstruksi yang akan memberi kontribusi positif sejalan dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis dan infrastruktur tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto mengatakan, salah satu proyek utama yang memberi kontribusi besar adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan, yang akan dimulai melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Besahan tahap I 900 Mega Watt di Sungai Kayan.

"Perkembangan terakhir, pembebasan lahan telah dilakukan di seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan PLTA itu. Kurang lebih 200 hektare," ujarnya.

BREAKING NEWS - Seorang Ibu Membunuh Anaknya yang Masih 1 Tahun Lalu Bawa Anaknya ke RSUD

Kafilah Babulu Raih Juara Umum di MTQ PPU, AGM Janjikan Beasiswa Bagi Anak Hafal Alquran 30 Juz 

BREAKING NEWS - Ditinggal Beli Ayam Goreng, Bocah Usia 3 Tahun Terkurung di Dalam Mobil 

Selain itu pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah daerah di Kalimantan Utara termasuk di daerah perbatasan akan memberi sumbangsih yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Berdasarkan data Kementerian PUPR, sepanjang tahun 2019 akan dilakukan pembukaan jalan perbatasan di Kalimantan Utara sepanjang 126 kilometer," ujarnya.

Belum lagi kontruksi pembangunan jalan dan pembangunan fisik lainnya yang dilaksanakan oleh Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab/Pemkot. Pembangunan oleh swasta juga makin meningkat.

Hendik mengatakan, konsumsi swasta diperkirakan tumbuh meningkat seiring perbaikan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja dari pembangunan proyek-proyek strategis di berbagai wilayah provinsi bungsu ini.

"Pemilu 2019 juga mendorong konsumsi swasta tahun ini meningkat," ujarnya.

Bingung Memilih Sekolah? Ini Deretan SMK Paling Diminati di Kota Balikpapan

Meski demikian, beberapa hal perlu diwaspadai karena menjadi faktor penahan utama peningkatan perekonomian. Salah satunya adalah pelemahan ekonomi global.

International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook periode Februari 2019, merevisi produksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 dari semula 3,7 persen (yoy) pada Oktober 2018 menjadi 3,5 persen (yoy).

"Meski pertumbuhan ekonomi dunia melambat, namun ketidakpastian pasar keuangan berkurang. Berbagai identifikasi menujukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia makin konvergen melambat didorong revisi ekonomi Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Tiongkok," ujarnya.

Soal Demo Pabrik Semen, Wagub Kaltim Sebut Sudah Ajak Mahasiswa Dialog

Ribuan Jamaah Iringi Proses Pemakaman Ketua MUI Balikpapan, Keluarga Ikuti Wasiat Almarhum

Perkembangan tersebut berdampak menurunnya harga komoditas dunia dan harga minyak dunia yang juga didorong oleh peningkatan pasokan Amerika Serikat.

Adapun tingkat inflasi 2019 di Kalimantan Utara kata Hendik, diperkirakan berada pada range 3,00 persen sampai 3,40 persen.

"Inflasi itu lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Tarif angkutan udara yang sempat mengalami peningkatan signifikan diperkirakan turun seiring tuntutan masyarakat berbagai resiko," ujarnya. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved