Harga Tiket Pesawat

Pemerintah Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Ini Kata Garuda Indonesia

Luhut Binsar Pandjaitan lantas meminta Garuda Indonesia sebagai leading maskapai nasional agar segera menurunkan harga tiket.

Pemerintah Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Ini Kata Garuda Indonesia
Nikkei Asian Review
Pemerintah Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Ini Kata Garuda Indonesia 

"Tidak harus menunggu April. Kalau memang sudah formulanya masuk untuk diturunkan, ya turunlah," tutur Zulkifli, yang juga merupakan Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kaltim.

Mahalnya harga tiket, kata Zulkifli, jelas membuat masyarakat berpikir ulang untuk bepergian.

"Masa tak paham. Kendala kita mendatangkan wisatawan ya tiket.

Memberatkan pelaku usaha perhotelan.

Di Bukit Tinggi tingkat hunian turun 40 persen. Karena, tiket mahal wisatawan batasi keberangkatan," ucapnya.

Belum Berpengaruh Bagi Kaltim

Berbeda pandangan sebelumnya, tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai penerbangan dalam kacamata pelaku industri jasa perhotelan di Provinsi Kalimantan Timur dianggap belum berpengaruh.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesian atau PHRI Kaltim, Zulkifli, kepada Tribunkaltim.co pada Jumat (15/2/2019) sore.

Ia menjelaskan, dua persoalan nasional ini belum berpengaruh banyak pada tingkat hunian hotel di Provinsi Kalimantan Timur.

Berikut Berlakunya Promo PLN Berdiskon Rp 1.300 Per Kilowatt Hour dari Tarif Normal

Mau Belanja Atau Nongkrong di Mall, Berikut Lokasi Mall di Kota Balikpapan

Demi Keselamatan Pelayaran, Alur Laut Selat Sunda dan Selat Lombok Dipisahkan

Berbeda halnya dengan di Jawa, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata, peningkatan harga tiket pesawat plus bagasi berbayar, membuat penurunan tingkat hunian hotel.

Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesian (PHRI) Kaltim angkat bicara. Setiap awal tahun, aktivitas di perhotelan masih jarang.

Pasalnya, sebagian besar aktivitas di hotel-hotel Provinsi Kalimantan Timur berasal dari kegiatan pemerintah.

"Awal tahun memang biasa stagnan. Karena pemerintah itu biasanya berkegiatan mulai Maret sampai April," kata Zulkifli.

Sehingga, kata Zulkifli, pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar pengaruh penurunan tingkat hunian, akibat mahalnya tiket pesawat dan bagasi berbayar.

"Sekarang, tingkat hunian masih stabil saja. Artinya, masih stagnan karena awal tahun. Tapi, untuk hotel di Jawa sudah sangat berpengaruh akibat penerapan tiket pesawat dan bagasi berbayar," ujar Zulkifli.

Meski demikian, Zulkifli yakin, jika terus berlarut, kenaikan tiket pesawat ini bakal berimbas juga pada tingkat hunian hotel di Kaltim.

Mahalnya tiket, menurut Zulkifli, akan membuat orang berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan.

"Pasti akan berpengaruh. Itu pasti. Orang pasti membatasi bepergian. Saya saja, berangkat ke Jakarta, yang biasa tiket hanya Rp 800-900 ribu, sekarang jadi Rp 1,6 juta," katanya.

Jadi, dampaknya pada pariwisata dan perhotelan akan luar biasa," urai Zulkifli.

Hal ini pula, lanjut Zulkifli, yang membuat isu mahalnya tiket pesawat ini, sebagai persoalan utama yang disampaikan PHRI Pusat, kepada Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Persoalan mahalnya tiket ini, kata Zulkifli, sudah menjadi persoalan nasional.

"Di Munas PHRI, mahalnya tiket pesawat ini jadi persoalan utama yang disampaikan, selain persoalan genset, dan statemen Mendagri yang melarang rapat di hotel," tutur Zulkifli. ( )

124 Peserta Mahakam Travel Mart Bertransaksi Pada Ajang Table Top

Sebanyak 66 seller (penjual) dengan 58 buyer (pembeli) melangsungkan transaksi pada acara Table Top, yang berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (27/3/2019).

Diketahui, Table Top merupakan acara inti pada kegiatan Mahakam Travel Mart (MTM) 2019. Beragam produk jasa wisata Kaltim dijual dalam Table Top, ini.

Ketua Panitia MTM 2019, I Gusti Bagus Putra menuturkan, ini merupakan kegiatan travel mart yang digelar di Samarinda.

Sebagian besar seller merupakan industri pariwisata di Kaltim seperti perhotelan, asuransi. Namun, ada pula hotel dari Thailand yang menjadi seller pada MTM 2019, ini.

Sementara, 58 buyer seluruhnya merupakan pelaku usaha wisata dari luar Kaltim.

"Seller jumlahnya 66 industri. Sebagian besar dari hotel di Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Sangatta, Thailand, Jakarta. Ada juga Asuransi Zurrich Surabaya, Malang. Sedangkan buyer berjumlah 58 pelaku wisata. Semuanya dari luar Kaltim. Jadi, total delegasi ada 124 yang menghadiri table top," ungkap Putra.

Sebelumnya, Panitia MTM 2019 menargetkan terdapat 100 seller dan 200 buyer dalam kegiatan ini.

Namun, tingginya harga tiket pesawat menjadi penyebab minimnya niat para pelaku industri untuk datang ke Samarinda mengikuti MTM, ini.

"Jika seandainya harga tiket seperti 2018 lalu, kami yakin target 200 buyer pasti tercapai," katanya lagi.

Untuk menarik minat buyer datang, lanjut Putra, harus ada insentif yang diberikan panitia.

Khususnya untuk tiket penerbangan. Besarannya, berkisar Rp 1,5 juta per meja (table). "Dengan demikian, pasti banyak buyer yang datang," kata Putra.

Setelah seharian bertransaksi pada ajang Table Top, ratusan peserta MTM 2019 diajak menikmati keindahan panorama Sungai Mahakam menggunakan kapal wisata Pesut Etam.

Selanjutnya, pada farewell party, para peserta MTM 2019 dijamu makan malam oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, di Amphitheatre di Tepian Mahakam.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin berharap, kegiatan MTM di tahun mendatang bisa semakin besar. Pemkot Samarinda, kata Sugeng, siap mendukung penuh kegiatan tersebut.

"Kalau bisa, tahun depan ditambah expo pariwisata. Biar lebih terpadu lagi. Yang jelas, Pemkot Samarinda sangat mengapresiasi kegiatan MTM, ini," tutur Sugeng. ( )

(Tribunkaltim.co/Rafan A Dwinanto)

Perjalanan Karir dan Pendidikan CEO Bukalapak Achmad Zaky , Pernah Dapat IPK 4.00

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved