Kadis Perpustakaan dan Arsip Inginkan Perpustakaan Digital Kaltara Seperti Mesin Google

"Di sana sudah ada 1.000 judul buku yang bisa dibaca oleh masyarakat. Tahun ini kita akan tambah menjadi 2.000 judul," kata Hermawan, Senin (2/4/2019)

Kadis Perpustakaan dan Arsip Inginkan Perpustakaan Digital Kaltara Seperti Mesin Google
Handout/ TribunKaltim
Foto sejumlah pelajar sedang membaca buku secara serentak di Taman Sungai Kayan, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Utara mengklaim tengah mengembangkan aplikasi perpustakaan digital i-Kaltara.

Aplikasi ini di dalamnya terdapat berbagai koleksi judul buku yang disajikan secara digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Utara Hermansyah mengatakan, i-Kaltara saat ini sudah tersedia di Play Sotore Android. Dalam waktu dekat juga akan tersedia di sistem operasi IOS.

"Di sana sudah ada 1.000 judul buku yang bisa dibaca oleh masyarakat. Tahun ini kita akan tambah menjadi 2.000 judul," kata Hermawan, Senin (2/4/2019).

 Soal Minat Baca, Kadis Arsip dan Perpustakaan Kaltara Sebut Masalah Akses Bahan Bacaan 

 Wasit Hamsir Asal Balikpapan Tutup Usia, Ini Kesan Penjaga Gawang Persiba Untuk Sosok Almarhum

 GEMPA HARI INI - Sumenep Diguncang Gempa 5.0 SR di Pagi Hari, Ini Rilis BMKG

Aplikasi ini klaim Hermawan akan menjawab tuntutan kemajuan dunia digital yang sangat pesat.

Ia berharap aplikasi tersebut bisa mendatangkan pengunjung dan pembaca yang terus meningkat.

"Saat ini kita terus kembangkan. Karena kalau berbicara teknologi selalu ada perubahan yang cepat. Kita akan kembangkan sesuai dengan hasrat pembaca berdasarkan kelompok usia dan minat," sebutnya.

Dengan aplikasi itu, diharapkan minat literasi digital juga ikut meningkat. Selain aksesnya yang mudah, aplikasi 'i-Kaltara' aksesnya mudah dan diklaim nyaman.

"Dalam sehari masyarakat kita menghabiskan berjam-jam dengan gadget. Kita terus sosialisasikan aplikasi tersebut agar masyarakat kita makin familiar. Tetapi target kita, aplikasi itu digunakan untuk menambah wawasan, skill, dan pemahaman masyarakat," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Utara Hermawan menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Utara Hermawan menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor (Tribunkaltim.co/ M.Arfan)

Perpustakaan digital '-Kaltara' ke depan lanjut Hermawan, bukan hanya menjadi tumpukan judul-judul buku. Melainkan menjadi pusat informasi publik.

"Kita mau seperti Google. Dalam artian kebutuhan informasi masyarakat Kalimantan Utara bisa didapatkan di situ. Tetapi itu perlu tenaga dan anggaran yang besar. Kita akan lakukan secara perlahan-lahan" ujarnya.

Soal Dugaan Jaringan Narkoba Dari Balik Penjara, Kalapas Bontang Beri Pengakuan 

Maret Masih Deflasi, Ada Potensi Inflasi Akibat Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Jelang Ramadan

Umuh Muchtar Beri Kode soal Pemain Asing Asia Persib Bandung, Bukan Seperti Kabar yang Berkembang

"Biasa orang kan ada dicari, masuk Google. kita juga ingin begitu, kita ingin semua informasi Kalimantan Utara tersedia," ujarnya. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved