Terpopuler

KALTIM TERPOPULER Jawaban Tegas Kementerian ESDM untuk Surat Gubernur Kaltim Soal Produksi Batu Bara

Gubernur Kaltim Isran Noor pun melayangkan surat kepada Presiden Jokowi untuk meminta peninjauan kembali sanksi kuota produksi batu bara tersebut.

KALTIM TERPOPULER Jawaban Tegas Kementerian ESDM untuk Surat Gubernur Kaltim Soal Produksi Batu Bara
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO/CORNEL DIMAS
Gubernur Kaltim surati Presiden soal kuota produksi batu bara 

TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang pasokannya domestiknya kurang dari 25%.

10 Provinsi produsen batu bara terbesar di Indonesia termasuk Kalimantan Timur menjadi yang paling terdampak akibat sanksi ini. 

Gubernur Kaltim Isran Noor pun melayangkan surat kepada Presiden Jokowi untuk meminta peninjauan kembali sanksi tersebut.

 Sanksi yang diberikan Kementerian ESDM ini terkait target kebijakan wajib pasok batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) tak terpenuhi tahun lalu.

Pemegang Izin Usaha Pertambangan atau IUP Provinsi menjadi yang paling banyak terkena sanksi pemotongan kuota produksi tersebut. 

Gubernur Kaltim Isran Noor pun sampai mengirimkan surat dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo supaya sanksi tersebut bisa dipertimbangkan.

Gubernur Kaltim, Isran Noor menerima DIPA dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Gubernur Kaltim, Isran Noor menerima DIPA dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12/2018). (Ho / Humas Pemprov Kaltim)

Alasannya, pemotongan kuota produksi batu bara itu berdampak negatif secara signifikan bagi kondisi sosial ekonomi di Kaltim yang mayoritas perekonomiannya ditopang oleh batu bara.

Asal tahu saja, produksi batu bara Kaltim pada tahun 2018 mencapai 69,64 juta ton.

Namun, realisasi DMO batu bara Kaltim hanya 8,32 juta ton. Padahal, kewajiban pasok DMO yang disyaratkan pemerintah adalah 25% dari produksi.

Karenanya, IUP di Kaltim pun terkena sanksi, di mana kuota produksi batu bara yang diberikan hanya sebesar 33,28 juta ton.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved