Berita Video

VIDEO - Warga di Perkotaan Balikpapan Ini Belum Menikmati Jaringan PLN Sejak Era Presiden Soeharto

jumlah penduduk yang belum menikmati jaringan listrik dari perusahaan listrik negara (PLN) tersebut berjumlah 177 Kepala keluarga

VIDEO - Warga di Perkotaan Balikpapan Ini Belum Menikmati Jaringan PLN Sejak Era Presiden Soeharto
Tribunkaltim/zainul
Ketua RT 2, Syamsul Bachri (kiri) dan ketua RT 3, Supadi Hadi Pranoto (kanan) memperlihatkan genset yang digunakan warga di jalan Gunung Balikpapan, kelurahan Prapatan, kecamtan Balikpapan Kota. 

Laporan wartawan video Tribun Kaltim.co, Zainul

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan merupakan salah satu kota maju di profinsi Kalimantan Timur dan terkenal sebagai kota penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia setelah profinsi Riau.

Namun siapa yang menyangka di balik keramaian dan kemajuan kota Balikpapan ternyata masih terdapat ratusan penduduk  yang belum menikmati jaringan listrik sejak era presiden Soeharto hingga tahun 2019 ini.

Anggota DPRD Kaltim Dilaporkan ke Polisi, Castro Sebut Terlapor Dugaan Penipuan Bisa Ditangkap

Sempat Jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia, Berapa Honor yang Diterima Reza Rahadian?

SC Piala Presiden 2019 - Bakal Banyak Kejutan yang Hadir di Laga Final

Tak tanggung-tanggung, jumlah penduduk yang belum menikmati jaringan listrik dari perusahaan listrik negara (PLN) tersebut berjumlah 177 Kepala keluarga dan 628 jiwa yang terbagi di dua RT, yakni RT 2 dan RT 3 Jln. Gunung Balikpapan, Keluruhan Prapatan, kecamatan Balikpapan kota.

Supadi Hadi Pranoto (67) Ketua RT 3 sekali Gus ketua LPM kelurahan Prapatan, mengatakan dirinya sudah berkali-kali menyampaikan persoalan ketersediaan jaringan PLN kepada pemerintah kota Balikpapan namun hingga kini tak kunjung diberi respon yang jelas.

"Kami ini tidak pernah menikmati yang namanya jaringan PLN dari jaman presiden Soeharto, kami sudah menyampaikan ini kepada PLN dan pemerintah namun sampai sekarang belum ada respon yang jelas," katanya saat ditemui Tribun kaltim.co, Rabu (3/04/2019).

Ia juga mengatakan selama ini warga di jalan gunung Balikpapan hanya menggunakan genset swadaya masyarakat setempat namun mereka keberatan dengan biaya bahan bakar.

"Selama ini kami pake genset swadaya, tapi kami sangat keberatan dengan pengeluaran biaya bahan bakar, sehari itu bisa habis 60 liter, itupun hanya menyala delapan jam saja, dari jam 18:00 - 01:00 malam," Jelasnya.

Wali Kota Samarinda Usul Gubernur Abadikan Nama Abdoel Moeis Hasan pada Jembatan Mahulu

Tak Dipermasalahkan, Wasit Asal Indonesia Thoriq Alkatiri Tetap Dipercaya Pimpin Laga AFC

Ditempat terpisah, Syamsul Bachri (71) ketua RT 2 Kelurahan Prapatan, Balikpapan kota menjelaskan warga setempat juga dilema, karena  pengeluaran warga untuk membayar biaya lampu dari pemilik genset cukup memberatkan terlebih lagi ada warga yang kurang mampu.

"Kami ini dilema sebenarnya, tapi mau gimana lagi daripada anak-anak sekolah gak belajar malam ya terpaksa kami harus bayar biaya lampu sebesar Rp 230.000 satu Amper, kalau yang ambil dua Amper bayarnya Rp 350.000," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved