2.000 Tahun Lebih Tak Berkarat, Peneliti Akhirya Ungkap Rahasia Senjata Pasukan Terakota China

Makam Qin Shi Huang bersama pasukan terakotanya di Xi’an, China, masih diliputi oleh banyak misteri.

2.000 Tahun Lebih Tak Berkarat, Peneliti Akhirya Ungkap Rahasia Senjata Pasukan Terakota China
Foursummers/Pixabay
Pasukan terakota di makam Qin Shi Huang 

2.000 Tahun Lebih Tak Berkarat, Peneliti Akhirnya Ungkap Rahasia Senjata Pasukan Terakota China

TRIBUNKALTIM.CO – Makam Qin Shi Huang bersama pasukan terakotanya di Xi’an, China, masih diliputi oleh banyak misteri.

Namun, setidaknya satu misteri telah terungkap, yakni mengenai senjata pasukan terakota yang tak berkarat meski sang Kaisar telah meninggal lebih dari 2.000 tahun lalu.

Senjata-senjata tersebut, khususnya pedang, tombak dan tombak kapak, bahkan masih mengkilap dan tajam hingga hari ini.

Selama ini, para peneliti mengira bahwa tak berkaratnya senjata perunggu tersebut disebabkan oleh kromium yang melapisinya. Lapisan tersebut bahkan diduga sebagai teknologi pengawetan tertua di bumi.

Namun, hasil penelitian yang dipimpin oleh University College London dan Terracotta Army Museum, dan dipublikasikan dalam Scientific Reports, mengungkapkan bahwa yang membuat senjata tak berkarat bukanlah lapisan kromium, melainkan karakteristik tanah di sekitarnya.

Dilansir dari Phys.Org, penulis utama studi yang dulunya dari UCL dan kini di University of Cambridge Professor Marcos Martinón-Torres berkata bahwa hampir semua materi organik dan pasukan terakota dilapisi oleh pernis pelindung yang mengandung kromium sebelum dicat.

Namun, tidak demikian dengan senjata yang terbuat dari perunggu. Lapisan kromium yang terdeteksi pada senjata kemungkinan adalah kontaminasi karena bersinggungan dengan elemen organis yang kini telah lauk, seperti gagang pedang yang terbuat dari kayu dan bambu dan dilapis pernis.

Para peneliti menemukan hal ini setelah menganalisis ratusan artefak. Mayoritas senjata dalam kondisi terbaik ternyata tidak memiliki jejak-jejak kromium sama sekali.

Untuk menginvestigasi rahasia keawetannya, para peneliti mensimulasikan rusaknya replika perunggu dengan menguburnya dalam berbagai jenis tanah.

Hasilnya, perunggu yang disimpan di tanah Xi’an masih dalam kondisi sangat baik walaupun diterpa suhu ekstrem dan kelembapan. Sementara itu, perunggu yang disimpan dalam tanah Inggris mengalami pengaratan parah.

Temuan ini membuat para peneliti berpikir bahwa rahasia keawetan senjata pasukan terakota adalah tanah Xi’an yang memiliki tingkat basa moderat, ukuran partikel yang kecil dan kandungan organik yang rendah.

[Shierine Wangsa Wibawa]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2.000 Tahun Tak Berkarat, Rahasia Senjata Pasukan Terakota Terungkap ", 

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved