Bonus Rp 18 Miliar Siap Dibagikan untuk Atlet Porprov Kutim

Bonus Rp 18 Miliar Siap Dibagikan untuk Atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kutim

Bonus Rp 18 Miliar Siap Dibagikan untuk Atlet Porprov Kutim
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Wabup Kasmidi Bulang yang juga Ketua Kontingen Kutim saat membahas pemberian bonus atlet pada ajang Porprov Kaltim lalu 

Bonus Rp 18 Miliar Siap Dibagikan untuk Atlet Porprov Kutim

SANGATTA, TRIBUNKALTIM.CO – Euforia kegembiraan para atlet pendukung ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke VI masih terus berlanjut. Karena Pemkab Kutim akan segera membagikan bonus bagi atlet berprestasi, sesuai yang dijanjikan. Yakni, Rp 50 juta untuk peraih medali emas, Rp 20 juta untuk peraih perak dan Rp 10 juta untuk peraih perungu.

Hal ini dibahas dalam rapat pemberian bonus atlet Porprov Kaltim yang dipimpin Wakil Bupati Kasmidi Bulang yang juga Ketua Kontingen Kutim di ruang Ulin, Setkab Kutim, Selasa (9/4).

“Pemkab Kutim, sudah menganggarkan Rp 18 miliar untuk bonus atlet dan pelatih. Jadi tidak hanya atletnya saja yang dapat bonus, tapi pelatihnya juga. Untuk atlet perorangan, sudah ditentukan besaran bonus yang didapat. Hanya saja, untuk medali kedua yang sama, semisal, dapat tiga emas, besaran bonusnya tidak sama. Hal ini mengacu pada peraturan provinsi tentang pemberian bonus atlet. Ternyata ada itung-itungannya tersendiri. Itu yang masih dalam pembahasan,” beber Kasmidi.

Selain itu, pembahasan juga dilakukan pada bonus tim untuk pertandingan beregu yang atletnya berjumlah lebih dari lima orang bahkan hingga lebih dari 20 orang satu regu.

“Atlet beregu, tidak mungkin sama dengan perorangan. Apalagi bila dalam satu regu ada lebih dari lima atlet. Besaran bonus harus diperhitungkan tersendiri. Sepak bola misalnya, yang satu regu bisa mencapai 24 atlet. Mereka tidak mungkin dapat satu bonus emas sebesar Rp 50 juta, untuk dibagi 24 pemain, misalnya,” ungkap Kasmidi.

Bonus, kata Kasmidi juga diberikan pada pelatih. Karena tanpa pelatih, atlet belum tentu bisa meraih prestasi yang membanggakan. Pemberian bonus juga melihat unsur kebersamaan dan pemerataannya. Antara atlet dan pelatih memiliki keterikatan yang kuat. Sementara manager dan official tidak memperoleh bonus.

“Kita memikirkan pula pelatih dan kelas pertandingan beregu dengan banyak atlet. Kita lihat unsur kebersamaan dan pemerataan. Tapi tidak melupakan prestasi yang sudah diperoleh juga bantuan para pelatih tentunya,” ujar Kasmidi.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved