KPU Kutim Siapkan 7.310 Panitia untuk Pelaksanaan Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim Siapkan 7.310 Panitia untuk Pelaksanaan Pemilu 2019

KPU Kutim Siapkan 7.310 Panitia untuk Pelaksanaan Pemilu 2019
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Rapat Tim Pemantau Perkembangan Politik Daerah (TP3D) dipimpin Asisten Pemkesra Setkab Kutim 

KPU Kutim Siapkan 7.310 Panitia untuk Pelaksanaan Pemilu 2019

SANGATTA, TRIBUNKALTIM.CO – Tak terasa, pelaksanaan pesta demokrasi serentak tinggal sepekan lagi. Setelah membahas tentang, distribusi logistik dan pemindahan tempat penyimpanan logistik Pemilu, KPU Kutai Timur kembali menggelar rapat bersama Tim Pemantau Perkembangan Politik Daerah (TP3D), di ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Selasa (9/4/2019).

Rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra), Suko Buono didampingi Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, membahas tentang kematangan persiapan para panitia yang terlibat dalam kegiatan Pemilu 2019 ini. Mulai dari pengamanan, kesiapan panitia pencoblosan di masing-masing TPS, hingga proses penghitungan surat suara. Mulai dari TPS, PPK serta KPPS.

Di hadapan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik, Kadir serta jajaran Camat se Kutim, Ketua KPU Ulfa mengatakan kebutuhan petugas PPK, PPS serta KPPS yang jumlahnya mencapai 7.310 orang, akhirnya sudah terpenuhi 100 persen. Mereka direkrut dari tiap desa melibatkan berbagai kalangan, aparat desa, kelurahan, guru serta tokoh masyarakat setempat. Sebelumnya, berbagai kendala ditemukan saat perekrutan petugas. Terutama di tingkat desa.

“Sebelumnya memang sempat terkendala karena persyaratan sebagai panitia penyelenggara. Kami membutuhkan 90 tenaga PPK, yakni lima petugas di tiap kecamatan, petugas PPS sebanyak 423 karena harus tiga orang di tiap kelurahan atau desa dan 6.797 tenaga untuk KPPS, karena harus tujuh petugas untuk satu TPS. Sementara Kutim memiliki 971 TPS. Tapi sekarang semuanya sudah terpenuhi,” kata Ulfa.

Jadwal pendistribusian surat suara juga sudah dibuat. Mulai tanggal 12 April 2019, pendistribusian surat suara dilakukan. Dari kecamatan-kecamatan terjauh lebih dulu. Seperti di kawasan pesisir, yakni Kecamatan Sangkulirang, Sandaran dan Karangan yang logistiknya akan diangkut menggunakan KAL Kudungga. Disusul Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Busang, Long Mesangat dan Batu Ampar di hari berikutnya.

Distribusi dilakukan hingga tanggal 15 April 2019. Karena sampai di kecamatan, masih harus didistribusikan lagi ke desa-desa yang jumlahnya 141 desa dan kelurahan.

Kesiapan pengawasan proses distribusi hingga hari H pencoblosan dan penghitungan surat suara juga diungkapkan Ketua Bawaslu Kutim, Andi. Ia sudah melakukan bimtek dan melantik 971 pengawas TPS se Kabupaten Kutai Timur. Serta menggelar Bimtek bagi saksi partai politik.

“Kami juga sudah intruksikan agar mereka (pengawas TPS) langsung berkoordinasi dengan RT/RW setempat. Sebab, tidak seperti pemilu sebelumnya, yang pengawas TPS-nya bisa berjumlah lebih dari satu, sekarang, hanya satu petugas untuk satu TPS,” ujar Andi.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemkesra, Suko Buono juga meminta para Camat mengoptimalkan koordinasi dengan Kapolsek dan Danramil setempat. Agar proses pesta demokrasi berjalan lancar. Mulai dari distribusi logistik, hari H pencoblosan, penghitungan suara di masing-masing TPS, PPK hingga logistik sampai kembali ke KPU Kabupaten Kutim.

“Jangan ambil keputusan sendiri, tanpa koordinasi dengan pihak lainnya. Karena Pemilu memiliki sensitifitas dan kerawanan tersendiri.. Selalu koordinasi dengan Danramil atau Kapolsek setempat,” ujar Suko.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved