Bantuan Fasilitas Komunitas Budaya Dinilai Minim, Kemendikbud RI Sebut Faktor Surat Menyurat 

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid menjawab mengapa Kaltim menerima sedikit bantuan bidang budaya.

Bantuan Fasilitas Komunitas Budaya Dinilai Minim, Kemendikbud RI Sebut Faktor Surat Menyurat 
Tribunkaltim.co/ Rahmad Taufik
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menjadi narasumber dalam acara Millenials Gathering yang mengusung tema Pemajuan Kebudayaan di Era Revolusi Indudtri 4.0 di Pendopo Bupati Kukar, Minggu (14/4)_RAHMAT TAUFIQ 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG  – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian berharap Kutai Kartanegara menjadi etalase kebudayaan Kaltim dan Indonesia di masa mendatang.

Hal ini tak lepas karena Kutai Kartanegara juga dikenal memiliki komunitas budaya seni.

“Saya melihat Jakarta, Bandung dan Yogyakarta menjadi kota maju Indonesia pada masa kini, tapi Kukar akan menjadi kota di Indonesia yang maju karena budayanya di masa depan,” kata Hetifah saat menjadi narasumber dalam acara Millenials Gathering yang mengusung tema Pemajuan Kebudayaan di Era Revolusi Indudtri 4.0 di Pendopo Bupati Kukar, Minggu (14/4).

Ia mengemukakan, tantangan ke depan ditanggapi dengan suatu pengaturan yang lebih kondusif kepada ekosistem untuk kemajuan kebudayaan.

Disampaikan Hetifah pula, dengan adanya Undang-undang Kemajuan Kebudayaan berarti tugas legislasi jalan.

“Kita punya cantolan yang cukup untuk bisa menjalankan tugas budgeting kita, kalau kita punya Perda lebih enak mengalokasi anggaran, di Kukar punya Perda yang terkait dengan budaya yang nantinya menaungi program, kita ingin pemerintah hadir di satu era yang penuh ketidakpastian,” ucapnya.

Acara ini juga dihadiri Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid.

Hetifah mempertanyakan, daftar penerima bantuan fasilitas komunitas budaya di Kaltim.

“Saya lihat data di 2018, penerima bantuan fasilitasi komunitas budaya untuk kaltim itu hanya dapat 10, sedangkan Kaltara 21, lalu Jawa Barat 204. Lalu bantuan dari 459 desa adat, Kaltim malah 0 dan Kaltara 5,” ucapnya ditujukan kepada Dirjen Kebudayaan.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid menjawab mengapa Kaltim menerima sedikit bantuan bidang budaya.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved