Menengok Kelas Barbar, Tempat Ngumpulnya Pecinta Seni Kota Balikpapan

Sebenarnya kelas seni rupa ini sudah muncul beberapa tahun silam. Hanya saja kelompok kelas ini mulai aktif rutin beberapa bulan terakhir.

Menengok Kelas Barbar, Tempat Ngumpulnya Pecinta Seni Kota Balikpapan
HO/Kelas Bar-Bar
Suasana Kelas Bar-Bar di Tempat Kita. Kelas ini terbuka untuk masyarakat yang ingin belajar atau berdiskusi seputar seni rupa. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seni menjadi bagian dari peradaban manusia.

Hampir di setiap kehidupan manusia, seni bisa dilihat di beberapa lokasi di kota atau daerah lainnya.

Biasanya penggiat seni berkumpul di suat tempat. Mereka berdiskusi ataupun menciptakan sebuah kreasi yang bernilai seni.

Di Kota Balikpapan sendiri pergerakan seni cukup berkembang pesat. Beberapa sanggar tari menjamur hingga kelas menggambar dan kesenian lainnya muncul di kota berjuluk Banua Patra ini.

Salah satu kelompok seni adalah kelas Gambar Bareng atau biasa disingkat Barbar. Sebenarnya kelas seni rupa ini sudah muncul beberapa tahun silam. Hanya saja kelompok kelas ini mulai aktif rutin beberapa bulan terakhir.

Suasana Kelas Bar-Bar di Tempat Kita. Kelas ini terbuka untuk masyarakat yang ingin belajar atau berdiskusi seputar seni rupa.
Suasana Kelas Bar-Bar di Tempat Kita. Kelas ini terbuka untuk masyarakat yang ingin belajar atau berdiskusi seputar seni rupa. (HO/Kelas Bar-Bar)

Paul yang merupakan pembina kelas Bar-Bar ini mengatakan awal mula terciptanya kelas ini. Awalnya bermula di tahun 2006 ketika ada Kampoeng Seni.

Munculnya kegiatan tersebut membuat para seniman lokal terpicu menciptakan sebuah kegiatan yang berbau seni. Memang di tahun sebelumnya kegiatan seni masih kurang dipandang oleh masyarakat.

Sejak kegiatan itu muncullah beberapa kegiatan seni. Hingga di tahun 2008 muncullah kegiatan Balikpapan Art Festival dan menyedot minat masyarakat untuk menciptakan sebuah karya seni.

Karya Lukisan Kelas Bar-Bar
Karya Lukisan Kelas Bar-Bar (HO/Kelas Bar-Bar)

Dari kegiatan-kegiatan itulah mulai bermunculan penghobi seni, seniman atau pelaku seni lainnya. Sehingga seni di kota Balikpapan terus menggeliat hingga kini.

"Dinamika seni rupa di Balikpapan yang kurang aktif harus dibangun, dan harus disadari bahwa perkembangan kota ditentukan oleh manusia-manusia yang berada di kota tersebut, dan salah satu unsur penting dari penduduk itu, adalah seniman atau perupa," ucapnya, Minggu (14/4/2019).

Halaman
12
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved