Remaja 13 Tahun di Kutim Dirudapaksa Kakek 50 Tahun, Sempat 2 Kali Ditendang

Terungkapnya peristiwa ini bermula dari kecurigaan sepupu korban saat tak melihat korban di tempat tidurnya

Remaja 13 Tahun di Kutim Dirudapaksa Kakek 50 Tahun, Sempat 2 Kali Ditendang
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kasus Rudapaksa oleh seorang pria paruh baya kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Sebut saja Bunga yang masih berusia 13 tahun, tiba-tiba dirudapaksa seorang berinisial MY alias Aj (50) dan dibawa ke sebuah mess di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon , Kabupaten Kutai Timur.

Di tempat itu, korban Bunga dilucuti dan diperlakukan tidak senonoh tanpa ampun, Rabu (10/4) lalu.

Terungkapnya peristiwa ini bermula dari kecurigaan sepupu korban saat tak melihat korban di tempat tidurnya, Rabu (10/4) malam sekitar pukul 23.30 wita.

Sepupu korban saat itu terbangun karena hendak buang air kecil. Saat melewati dapur tempat biasa korban tidur, ternyata korban tak terlihat.

Kemudian, pintu depan rumah juga dalam kondisi terbuka.

“Melihat korban tak ada, sepupunya ini langsung menelpon kakak sepupunya yang berinisial YR, memberitahu korban tak ada di rumah. YR bersama warga sekitar langsung mencari korban. Namun tidak juga ditemukan,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kapolsek Bengalon, AKP Ahmad Abdullah, Minggu (14/4/2019).

Siang harinya, Kamis (11/4), YR mendapat informasi, korban berada di sebuah mess yang berjarak sekitar 5 Km dari rumah sepupunya, tempat dimana ia tinggal.

“Kakak sepupu korban, langsung menuju mess dimaksud. Di dalam mess itu, YR melihat korban duduk termenung dan tidak bisa berbicara. Jalannya pun pincang. Korban langsung dibawa pulang,” kata Ahmad.

Sesampai di rumah sepupunya, korban berkata pada sang sepupu, bahwa malam saat kejadian, ia diambil paksa oleh pelaku dan ditendang sebanyak dua kali.

Kemudian celananya dibuka dan dipaksa berhubungan layaknya suami istri.

“Mendengar pengakuan korban, sepupunya merasa keberatan dan kemudian melapor kejadian tersebut pada kami,” ujar Ahmad.

Kepolisian saat ini, kata Ahmad, sudah melakukan olah TKP di mess pelaku dan meminta visum terhadap korban. Selain, memeriksa saksi-saksi, termasuk saksi korban dan juga pelaku.

“Saat ini pelaku berada dalam pengamanan kami. Untuk nanti diproses lanjut di Unit PPA Satreskrim Polres Kutim,” kata Ahmad. (*) 

Baca Juga: 

Likes Fanspage Facebook 

Follow Twitter


Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel 
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved