AD Siswi SMP di Pontianak Korban Pengeroyokan Ingin Kasusnya Selesai di Pengadilan, Ini Upaya Kejari

Jaksa akan kembali mengupayakan diversi untuk kasus perundungan siswi SMP di Pontianak, kata Kepala Kejari Pontianak, Refli

AD Siswi SMP di Pontianak Korban Pengeroyokan Ingin Kasusnya Selesai di Pengadilan, Ini Upaya Kejari
(KOMPAS.com/HENDRA CIPTA )
Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait penanganan kasus pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (15/4/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - AD (14) siswi salah satu SMP di Kota Pontianak Kalimantan Barat yang menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswi SMA, menolak upaya Polresta Pontianak melakukan diversi.  AD tetap menginginkan kasus yang menimpanya diselesaikan di pengadilan.

Penolakan itu menyebabkan upaya Polresta Pontianak gagal.

Meski upaya diversi yang digelar di kepolisian telah gagal, Kejaksaan Negeri Pontianak, kini tengah menyiapkan proses diversi untuk penanganan perkara pengeroyokan siswi SMP tersebut. 

"Jaksa akan kembali mengupayakan diversi untuk kasus perundungan siswi SMP di Pontianak," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli, Senin (15/4/2019).

Namun demikian, upaya hukum diversi baru akan dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) meneliti dan meminta penyidik kepolisian melengkapi berkas perkara. "Jika kasus telah mencapai P21 dan tahap II, maka kejaksaan akan mengupayakan kembali untuk proses diversi," ujarnya.

Menurut dia, jika upaya diversi di kejaksaan berhasil, maka mereka akan mengusulkan ke Pengadilan Negeri Pontianak untuk membuatkan penetapannya. Menurut Refli, kasus ini tidak seperti yang viral di media sosial. Seperti misalnya pengeroyokan dilakukan 12 orang dan perusakan di alat kemaluan korban. "Karena mendengar itu (perusakan alat kelamin) sebetulnya siapapun merasa risih, tapi kenyataannya, tidak seperti itu,” tambahnya.

Kejaksaan juga telah melihat hasil visum. Dan itu seperti yang telah diungkapkan oleh Polresta Pontianak. Sebelumnya, Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, telah melimpahkan berkas perkara pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA ke Kejaksaan Negeri Pontianak, Jumat (12/4/2019).

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, penanganan perkara saat ini bukan lagi berada di kepolisian, melainkan sudah di kejaksaan. "Pelimpahan berkas penyidikan ini dilakukan setelah tidak adanya titik temu antara pihak korban dan pelaku untuk melakui upaya diversi," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perkara Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak, Kejaksaan Siapkan Langkah Diversi "

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved