Pemilu 2019

Anggaran Konsumsi Dinilai Cukup Sekali Makan, Petugas TPS Pilih Masak Sendiri

Beragam cara dilakukan petugas pemungutan suara menyiasati 'minimnya' anggaran konsumsi selama proses pungut hitung pileg dan pilpres 17 April.

Anggaran Konsumsi Dinilai Cukup Sekali Makan, Petugas TPS Pilih Masak Sendiri
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Ilustrasi tata cara mencoblos pada Pemilu 2019 - Jelang 2 Hari Pemilu 2019, Perhatikan Ini Hal yang Perlu Dibawa Pemilih saat Datang ke TPS 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beragam cara dilakukan petugas pemungutan suara menyiasati 'minimnya' anggaran konsumsi selama proses pungut hitung pileg dan pilpres 17 April mendatang.

Seperti yang diutarakan Soleh Arifin, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Samarinda Utara. Dari informasi yang ia peroleh anggaran konsumsi masing-masing anggota TPS sekitar Rp 20 ribu per hari. Dalam satu TPS diisi 7 anggota TPS.

Beberapa anggota di bawahnya mengaku sedikit mengeluh kucuran anggaran jika dibandingkan konsumsi perhelatan Pilgub lalu yang mencapai Rp 35 ribu per orang dan hari.

Yang mereka keluhkan kata Soleh, adalah beban kerja yang lebih berat dengan budget yang lebih minim. Sementara di satu sisi, beban kerja bisa lebih berat karena menghitung 5 jenis surat suara yang diprediksi memakan waktu hingga tenaga malam.

Anggaran tersebut dia rasa hanya cukup untuk konsumsi sekali makan. Dengan asumsi jika membeli nasi bungkus Rp 15 ribu per bungkus ditambah makanan dan minuman Rp 5 ribu.

Untuk menyiasati minimnya anggaran ini, dia mengaku, rekan-rekannya dan PPK sudah melakukan beberapa cara. Di antaranya, meminta bantuan logistik pada kelurahan dan kecamatan setempat.

"Bisa juga anggaran konsumsi yang ada dipake buat masak sendiri di rumah dekat TPS," katanya, Senin (15/4/2019).

Terpisah, Ketua TPS 8 di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Suradi mengatakan belum mengetahui berapa anggaran untuk konsumsi bagi tiap petugas TPS.

Namun, kalaupun nantinya perhitungan bisa sampai tengah malam, dan anggaran yang dikucurkan hanya cukup untuk makan sekali, dari pengalaman dia menjadi anggota panitia pemungutan suara di TPS pada Pilgub dan Pilpres 2014, anggaran yang minim untuk konsumsi tak jadi masalah.

Misalnya, kata Suradi, uang konsumsi anggota dikumpulkan semua dan diberikan pada warga sekitar TPS untuk memasak hidangan sederhana, misalnya lalapan.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved