Opini

Menikmati Keheningan dari Hoax

SEMAKIN mendekati hari pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019, semakin banyak informasi dan berita bertebaran di media sosial.

Menikmati Keheningan dari Hoax
HO
DR. Pitoyo. MKom, Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antaramanusia 

Oleh : Dr. Pitoyo, M.IKom,
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

SEMAKIN mendekati hari pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019, semakin banyak informasi dan berita bertebaran di media sosial. Mulai berita yang diunggah bersumber dari portal berita, hingga portal yang muncul hanya untuk kepetingan sesaat saja.

TIDAK dapat dipungkiri kecenderungan masyarakat mengonsumsi berita dari media sosial dibanding dengan media tradisional, alasannya:

(i) Sering kali lebih tepat waktu dan lebih murah untuk mengonsumsi berita di media sosial dibandingkan dengan media berita tradisional, seperti koran atau televisi.
(ii) Lebih mudah untuk berbagi, berkomentar, dan diskusikan berita tersebut dengan teman atau pembaca lain di media sosial.

Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoaks, Bagaimana Kelanjutan Kasusnya?

Mengurai Benang Kusut Hoax

Gara-gara Hal Ini Ratusan WNI di Sydney Tanda Tangani Petisi Minta Pemilu Ulang

Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56 persen dari total populasi.Jumlah tersebut naik 20 persen dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48 persen dari populasi.

Komunikasi antarmanusia memang sudah menjadi fitrah manusia. manusia tidak bisa hidup nyaman bila tidak berkomunikasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama manusia maupun dengan sang Maha Pencipta, Allah swt.

Kupas Tuntas Isu Hoaks, Kemenkominfo Utus ''Miss Lambe Hoaks'', Ini Sosoknya
Kupas Tuntas Isu Hoaks, Kemenkominfo Utus ''Miss Lambe Hoaks'', Ini Sosoknya (Instagram/@misslambehoaks)

Komunikasi dengan diri sendiri tentu tidak membutuhkan media, cukup dengan berkomunikasi dalam hati untuk mengevaluasi diri atau merencanakan apa yang akan dilakukan. Komunikasi dengan sesama manusia ini juga ada yang tidak perlu media, bila jarak komunikasinya dekat, namun bila jarak komunikasi jauh maka keberadaan media menjadi dibutuhkan.

Beragam teknologi untuk memediasi komunikasi antar manusia ini, diataranya radio, dan koran serta televisi. Namun, itu masih menjadi komunikasi searah, karena pengirim pesan dan penerima pesan tidak dapat berinteraksi.

Second Media Age, demikian sebutan bagi era digital, dimana sesama manusia terhubung dengan saluran komunikasi. Keberadaan saluran komunikasi memang sudah ada sejak adanya telepon, namun perangkat komunikasi itu berbayar relatif mahal.

Diserang Banyak Hoaks, Ketua KPU RI: Bisakah Polisi Langsung Bertindak Tanpa Ada Laporan?

Bawaslu Sebut Video Surat Suara Tercoblos di Malaysia Tidak Hoaks, Jokowi: Ya Dicek Sajalah!

Sejak adanya media sosial pada akhir abad 20 ini, khususnya munculnya aplikasi media sosial, maka komunikasi antarmanusia menjadi semakin intens.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved