Sejarah Hari Ini

SEJARAH HARI INI - Tragedi Hillsborough Tewaskan 96 Orang Fans Liverpool, Lihat Videonya!

Sejarah hari ini, 30 tahun silam tepatnya 15 April 1989 merupakan peristiwa terkelam di dunia sepak bola yang dikenal dengan tragedi Hillsborough.

SEJARAH HARI INI - Tragedi Hillsborough Tewaskan 96 Orang Fans Liverpool, Lihat Videonya!
BBC.com
SEJARAH HARI INI - Tragedi Hillsborough Tewaskan 96 Orang Fans Liverpool, Lihat Videonya! 

Namun, pada akhirnya semuanya dibantah karena alasan itu dianggap tidak logis saat ribuan suporter yang begitu antusias dituduh dalam pengaruh alkohol.

Inspektur yang hari itu bertugas, David Duckenfield, memerintahkan untuk membuka gerbang C di mana sektor 3 dan 4 berada.

Sektor 3 dan 4 saat itu sudah penuh sesak dengan fans yang berada di dalam.

Akibatnya insiden fatal terjadi.

Aliran manusia dalam jumlah besar masuk tanpa mampu dihentikan.

Tragedi Hillsborough 1989.
Tragedi Hillsborough 1989. (www.economist.com)

Para suporter yang berada di kedua blok tersebut terdesak ke depan dan terjepit di antara pagar pembatas.

Sebanyak 96 fans Liverpool tewas terjepit, terinjak dan kehabisan oksigen di dalam ladang kematian tersebut.

Rincian korbannya 89 suporter pria dan 7 perempuan meninggal di tempat kejadian dan saat di bawa ke rumah sakit.

Sepertiga dari korban meninggal berumur 20 tahun.

Tragedi Hillsborough 1989.
Tragedi Hillsborough 1989. (https://nbcprosoccertalk.files.wordpress.com)

Korban termuda adalah seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bernama Jon Paul Gihooley yang merupakan sepupu Steven Gerrard.

Korban meninggal banyak ditemukan di blok 3 dan korban cedera banyak di temukan di sektor 3 dan sebagian sektor 4.

Sekitar 730 orang di dalam stadion dan 36 orang di luar stadion menderita kekurangan oksigen akibat lautan manusia.

Korban Terakhir

Kisah memilukan terjadi kepada salah satu korban yang terakhir meninggal, Tony Bland.

Tony Bland merupakan korban selamat yang meninggal tiga tahun setelah tragedi tersebut.

Dia mengalami kerusakan otak parah akibat kekurangan oksigen saat terjepit di antara para fans.

Tony Bland mengalami kerusakan otak yang memaksa dia hidup dalam setengah koma selama tiga tahun di rumah sakit.

Pada 3 Maret 1993 Tony Bland meninggal di rumah sakit atas kesepakatam pihak keluarga dan para dokter melalui cara "dipaksa meninggal".

Dia menjadi korban meninggal yang ke-96 dalam tragedi tersebut.

Dia merupakan pasien pertama di Inggris yang diperbolehkan meninggal oleh hukum Inggris.

Tony Bland meninggal dengan cara asupan gizinya dihentikan.

Kegagalan polisi dalam mengontrol laju aliran para suporter dinilai sebagai penyebab utama tragedi Hillsborough.

Hasil Penyelidikan

Penyelidikan mengenai penyebab-penyebab tragedi Hillsborough segera dilakukan oleh kepolisian Inggris.

Sampai keluar hasil penyelidikan yang disebut "Taylor Inquiry".

Taylor Inquiry adalah hasil penyelidikan yang diputuskan oleh hakim Taylor yang betugas melakukan investigasi setelah tragedi.

  1. Kegagalan polisi untuk mencegah dan memotong aliran manusia di Gerbang C sesaat sebelum kejadian
  2. Sektor 3 dan 4 nyatanya telah penuh sebelum aliran tambahan manusia dari gerbang C masuk
  3. Ukuran pintu masuk di gerbang parimeter terlalu kecil menyebabkan usaha penyelamatan terhambat yang menyebabkan banyak korban tewas. Gerbang C nyatanya gerbang yang diperuntukkan sebagai pintu keluar stadion. Jadi, alasan membuka gerbang C karena untuk menghindari tragedi sangatlah tidak diperkenankan dalam situasi tersebut.

Akibat dari tragedi Hillsborough ini, tribun berdiri di seluruh stadion di Inggris tidak boleh diperkenankan lagi.

Dari situlah, The Kop End Classic harus diruntuhkan dan digantikan tribun yang lebih layak.

Media The Sun Diharamkan

Citra buruk suporter mulai menguat sesudah tragedi Hillsborough terjadi.

Pelakunya media The Sun yang menurunkan tiga subjudul kontroversi.

Beberapa jam setelah tragedi terjadi, The Sun menurunkan sebuah headline kontroversial dengan tiga subjudul berita yang benar-benar menghancurkan hati para keluarga korban.

Tiga subjudul tersebut berisikan tiga tuduhan pewarta The Sun yang "katanya" menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Isinya:

1. Fans Liverpool mengencingi para polisi yang sedang bertugas

2. Beberapa fans Liverpool menguntili barang-barang milik korban

3. Beberapa fans Liverpool menghalangi para petugas medis untuk memberikan pertolongan kepada korban

Tragedi Hillsborough 1989.
Tragedi Hillsborough 1989. (The Conversation)

Ketiga subjudul tersebut memojokkan para suporter Liverpool dan melukai keluarga para korban meninggal di Hillsborough dan membuat marah semua yang merasa terkait dengan tragedi tersebut.

Orang yang menurunkan headline tersebut yang merupakan editor The Sun sendiri, Kelvin MacKenzie.

Saat itu juga The Sun diboikot oleh warga satu kota Liverpool dan menjadi media baca yang diharamkan di kota Liverpool dan sekitarnya.

Tiga bulan setelah kejadian headline itu, editor The Sun, Kelvin MacKenzie mengaku terjadi kesalahan terhadap tiga sub judul tersebut. Namun, nasi sudah menjadi bubur.

Parahnya, Kelvin MacKenzie hanya meminta maaf secara personal saja.

Sementara The Sun masih menganggap mereka tak bersalah, yang membuat fans Liverpool makin geram.

15 tahun kemudian tepat 7 Juli 2004, pesepak bola Inggris Wayne Rooney meminta The Sun untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf apabila masih tertarik untuk mengisahkan kehidupannya ke dalam liputan eksklusif mereka.

The Sun akhirnya meminta maaf ke seluruh keluarga para korban dan masyarakat Liverpool atas headline kontroversial tersebut setelah dipancing untuk buka mulut oleh Wayne Rooney.

Permintaan maaf terbuka The Sun sama sekali tidak direspon oleh para keluarga korban dan fans Liverpool.

Mereka tetap menganggap The Sun "haram".

Masyarakat Inggris nyatanya punya bentuk empati yang sangat besar.

Sebagai bentuk belasungkawa mereka, beberapa monumen peringatan tragedi Hillsborough dibuat beberapa tahun setelah kejadian tersebut, antara lain:

  1. Dua obor api di lambang Liverpool ini untuk melambangkan ke 96 korban meninggal di Hillsborough
  2. Monumen yang berisikan nama-nama para korban tragedi Hillsborough di samping Shanklu Gate
  3. Sebuah batu pahatan di katredal anglican Liverpool yang berisikan tulisan "Hillsborough, YNWA"
  4. Batu nisan yang bertuliskan ucapan belasungkawa di persimpangan jalan antara Middlewood Road, Leppings Lane and Wadsley Lane.

Simak videonya:

(TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)

Baca juga:

Pemilik Liverpool Bicara soal Tragedi Hillsborough

Pakai Ban Hitam, Steven Gerrard Dedikasikan Penampilannya untuk Tragedi Hillsborough

Zidane Terkesima pada Striker Tajam Liverpool karena Alasan Personal?

Likes Fanpage Facebook:

Follow Twitter:

Follow Instagram:

Subscribe Channel YouTube:

Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved