Perahu Tabangan

Perahu Tambangan di Samarinda, Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman

Di era transportasi online, perahu tambangan merupakan transportasi yang sudah bertahan puluhan tahun.

Perahu Tambangan di Samarinda, Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman
TRIBUN KALTIM/ ARIF FADILAH
Perahu Tambangan Sungai Mahakam yang siap berangkat menuju Samarinda Seberang, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Matahari sudah berada di sebelah barat, saat itu menunjukkan pukul 17.00 Wita. Suara mesin perahu ini sangat nyaring.

Siap berjalan dari Dermaga Pasar Pagi Samarinda menuju Samarinda Seberang. Perahu Tambangan namanya. 

Perahu Tambangan merupakan transportasi yang sudah bertahan puluhan tahun. Menurut pengakuan motoris, perahu ini sudah ada di tahun 1970an.

Meski sekarang banyak transportasi modern hingga berbasis online, perahu yang menjadi ciri khas Kota Samarinda ini masih bertahan hingga sekarang.

Perahu Tambangan Sungai Mahakam yang siap berangkat menuju Samarinda Seberang, Selasa (16/4/2019).
Perahu Tambangan Sungai Mahakam yang siap berangkat menuju Samarinda Seberang, Selasa (16/4/2019). (TRIBUN KALTIM/ ARIF FADILAH)

Warga Samarinda menyebutnya Perahu Tambangan. Perahu ini serupa dengan kapal klotok.

Hanya saja ukurannya lebih kecil dibanding klotok. Ukuran Perahu Tambangan yakni memiliki panjang 18 meter dengan lebar 2,5 meter.

Terbuat dari kayu ulin, yang merupakan jenis kayu yang kuat terlebih terkena air.

Bangku penumpang memanjang mengikuti panjangnya perahu ini. Penumpang biasa saling berhadapan ketika perahu ini jalan.

Daya tampung penumpang bisa mencapai 20 hingga 30 penumpang. 

Perahu Tambangan dibantu dengan mesin diesel yang berbahan bakar solar.

Halaman
123
Penulis: Arif Fadilah
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved