Pemilu 2019

Antisipasi Mobilisasi Massa saat Pencoblosan, Panwascam Libatkan TNI Awasi Warga Masuk Sebatik

Wilayah Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai cukup rawan terjadi mobilisasi massa

Antisipasi Mobilisasi Massa saat Pencoblosan, Panwascam Libatkan TNI  Awasi Warga Masuk Sebatik
Tribun Kaltim
Pendistribusian logistik pemilu ke wilayah Pulau Sebatik, khususnya daerah perbatasan dengan Malaysia. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEBATIK - Wilayah Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai cukup rawan terjadi mobilisasi massa dari luar saat proses Pemilu 2019 yang digelar hari ini.

Kecamatan Sebatik Utara memiliki beberapa pintu masuk baik dari pelabuhan maupun jalan tikus. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sebatik Utara, Jawaluddin kepada Tribun Kaltim, Selasa (16/4).

Dikatakan Jawaluddin, untuk pintu masuk dari Malaysia ke Sebatik melalui wilayah Sebatik Utara dengan berbagai macam jalur pintu masuk, seperti Pelabuhan Sungai Nyamuk, lewat pelabuhan somel milik perusahaan, serta jalur sungai yang mengarah dari Malaysia kemudian masuk ke wilayah sebatik Utara.

Bilik Suara Sempit dan Kertas Suara Tanpa Gambar Perlambat Pencoblosan, Sri Sultan Perlu 10 Menit

Warga Perbatasan Sebatik Ikut Mencoblos, Lebih Kenal Capres daripada Caleg di Daerah

Pemilu 2019 - TPS Unik di Samarinda, Berkonsep Bengkel dan Semua Petugas Kenakan Safety Helmet

Pengamatan, Wartawan Tribun Kaltim di Sebatik, antara Kecamatan Sebatik Utara dan Malaysia dibatasi sungai Melayu yang hanya dipisahkan pematang sawah. Sehingga orang darimanapun bisa melaluinya.

"Ibaratnya satu daratan, sehingga sulit dimonitor warga yang keluar masuk, sehingga rawan mobilisasi massa," tuturnya.

Diakui JAwaluddin, hingga saat ini belum pernah ada ditemui upaya mobilisasi massa dari Malaysia ke wilayah Sebatik Utara, namun ucap dia, menurut petugas pemilu sebelumnya sempat pernah terjadi upaya mobilisasi massa jelang pemilu yang didatangkan dari Malaysia menuju Sebatik Utara.

Unduh (baju kuning) usai mencoblos didampingi anaknya di TPS 02 Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara
Unduh (baju kuning) usai mencoblos didampingi anaknya di TPS 02 Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara (Tribun Kaltim)

"Karena kebanyakan warga di Malaysia berdomisili disini (Sebatik), tapi mencari nafkahnya di Malaysia," tandasnya.

Jawaluddin menambahkan, untuk mengantisipasi upaya mobilisasi tersebut, Panwascam melakukan koordinasi bersama pemerintah dan TNI yang menjaga perbatasan untuk mengecek identitas warga yang ingin masuk ke Sebatik Utara.

"Warga yang mau masuk kesini nantinya akan diperiksa dulu di pos penjagaan perbatasan," pungkasnya.

Ini Ritual Pagi yang Dilakukan Cawapres Maruf Amin Sebelum Mencoblos di TPS 051

Salurkan Hak Suara di TPS 22, Bupati Kukar Habiskan Waktu 6 Menit di Bilik Suara

Jelang H-1 pencoblosan, Panwas Kecamatan Sebatik Utara masih terus mengawal pendistribusian formulir C6 atau surat undangan ke warga di daerah perbatasan Ri-Malaysia.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved