Bilik Suara Sempit dan Kertas Suara Tanpa Gambar Perlambat Pencoblosan, Sri Sultan Perlu 10 Menit

Kalau saya lebih cenderung lebih baik gambar orang dari pada nama," ucap Sri Sultan

Bilik Suara Sempit dan Kertas Suara Tanpa Gambar Perlambat Pencoblosan, Sri Sultan Perlu 10 Menit
(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Batik Merah Muda) Menunjukkan Lima Surat Suara di TPS 15 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, YOGYAKARTA  - Sempitnya bilik suara dan ukuran kertas suara yang cukup panjang bisa menjadi penyebab lambatnya proses pencoblosan. Selain itu kertas suara yang tak bergambar menambah waktu pemilih berada di bilik suara. Hal itu dialami Sri Sultan HB X saat mencoblos di  di TPS 15 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Rabu (17/4/2019).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku butuh waktu lebih lama untuk melakukan pencoblosan lima surat suara, saat Pemilu 2019 ini. Hal itu disampaikan usai Ngarso Dalem mencoblos di TPS 15 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Rabu (17/4/2019).

"Karena lima ya lama. Jadi saya kira kalau DPD kan terbatas, presiden dan wakil presiden kan terbatas jadi kan tipis saja. Yang gak paham itu kan nggak ada gambar orangnya," katanya.

Menurut dia, psikologi orang akan lebih mudah memilih dengan mengenali wajah calon wakil rakyat. Saat pemilu 2019 kertas suara untuk DPR, dan DPRD I dan II, hanya mencetak nama, sehingga akan lebih sulit bagi masyarakat yang tidak mengenal ataupun sedikit memahami caleg yang akan dipilihnya. Hal itu juga berkaitan dengan lamanya pencoblosan.

"Kalau saya lebih cenderung lebih baik gambar orang dari pada nama," ucapnya. Selain itu, Sultan mengakui kecilnya bilik suara, dan lebarnya kertas suara menyebabkan lamanya proses pencoblosan. Dari pantauan, Sultan berada di bilik suara sekitar 10 menit.

"Lebarnya cukuplah dengan panjangnya itu, tempat untuk biliknya seperti itu, kertasnya ketekuk tekuk (terlipat),"ucapnya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi warga pertama saat mencoblos, disusul GKR Hemas, dan keluarga kraton. Sultan mendatangi TPS sekitar pukul 07.26 WIB dan baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 08.03 WIB. Sebelum mencoblos, Sultan sempat memeriksa lima kertas suara di meja KPPS sebelum dibawa ke bilik suara. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nyoblos Lima Kertas Suara, Sri Sultan HB X Butuh Waktu 10 Menit"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved