Pemilu 2019

Fakta-fakta 7 Kepala Daerah di Kaltim saat Mencoblos di TPS, Antre Lama hingga Beda Pilihan Keluarga

Sejumlah kepala daerah di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara telah menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu 2019

Fakta-fakta 7 Kepala Daerah di Kaltim saat Mencoblos di TPS, Antre Lama hingga Beda Pilihan Keluarga
DOK TribunKaltim.co
Fakta-fakta 7 Kepala Daerah di Kaltim saat Mencoblos di TPS, Antre Lama hingga Beda Pilihan Keluarga 

Dirinya mengaku kesusahan saat membuka kertas suara yang lebar.

"Dapat laporan dari beberapa TPS memang lambat, mungkin sosialisasi kurang. Walaupun sebagian petugas KPPS sudah berpengalaman, tapi karena lima kertas suara yang dihitung sehingga agak terlambat. Seharusnya start perhitungan suara jam 6, sehingga satu jam persiapan, bisa lebih cepat," kata Rizal.

Rizal Effendi menyebutkan bahwa dirinya kesusahan membuka kertas surat suara. Sebab, surat suara sangat lebar dan biliknya sempit.

"Kalau nyoblos tidak kesusahan, kertasnya yang sangat mengganggu. Harus teliti, karena jika sudah melihat lebih dahulu lebih gampang. Kecuali tidak pernah lihat kertas suara. Kalau mau cepat mencoblos partai," katanya.

3. Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda

Syaharie Jaang bersama istri Puji Setyowati menunjukkan jarinya usai mencoblos di TPS 31 Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (17/4/2019) pukul 08.12 Wita. 
Syaharie Jaang bersama istri Puji Setyowati menunjukkan jarinya usai mencoblos di TPS 31 Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (17/4/2019). (TribunKaltim.co/Arif Fadillah)

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang bersama istri mencoblos di TPS 31 Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (17/4/2019) pukul 08.12. 

Syaharie Jaang mengenakan kemeja putih dengan motif sarung Samarinda ditemani sang istri Puji Setyowati yang juga merupakan Calon Legislatif DPRD Provinsi Kaltim dari Partai Demokrat.

Sadar istri sedang nyaleg, tak seperti kebanyakan orang yang mempunyai nazar jika meraih keberhasilan, Jaang justru mengaku tidak mempunyai nazar dan hadiah kejutan untuk sang Istri.

Dia hanya berharap istrinya bisa menjalankan amanah masyarakat jika berhasil duduk di gedung DPRD Kaltim. 

"Iya dong, pasti milih istri, masa saya suaminya pilih yang lain. Kalau nazar tidak ada. Kita sudah orang tua ini sudah berumur, gak pake hadiah-hadiah lagi, yang penting berdoa dan bisa amanah," kata Jaang.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Ayuk Fitri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved