Kerbau Bagi Warga Toraja Adalah Hewan Istimewa Sehingga Bernilai Ekonomis Tinggi, Berapa Harganya?

Kerbau selalu menjadi persembahan untuk berbagai upacara adat, termasuk rambu solo yang merupakan upacara pemakaman.

Kerbau Bagi Warga Toraja Adalah Hewan Istimewa Sehingga Bernilai Ekonomis Tinggi, Berapa Harganya?
(KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI)
Pasar Bolu, Rantepao 

TRIBUNKALTIM.CO, RANTEPAO – Kerbau menjadi hewan yang istimewa bagi Warga Toraja di Sulawesi Selatan. Baik sebagai simbol status sosial, juga diyakini sebagai hewan tunggangan arwah menuju Nirwana. Oleh karena itu harga kerbau di sana bisa mencapai ratusan juta, bahkan hingga miliaran rupiah.

Kerbau selalu menjadi persembahan untuk berbagai upacara adat, termasuk rambu solo yang merupakan upacara pemakaman.

Satu tempat untuk menemukan transaksi jual beli hewan ini adalah Pasar Bolu yang terletak di Rantepao, Sulawesi Selatan. Tidak setiap hari pasar kerbau digelar. Pasar ini digelar enam hari sekali.

Puluhan, bahkan ratusan penjual dan pembeli tumpah ruah di sebuah lapangan luas. Kerbau yang dijual punya beragam ukuran, warna, ukuran tanduk, hingga warna mata. “Kerbau paling mahal yang dijual di sini adalah kerbau belang, disebut Tedong Bonga,” tutur Pak Yatim, pemandu wisata OPPO Discovery Trip saat berkunjung ke Pasar Bolu beberapa waktu lalu.

Dari kejauhan, tampak seekor kerbau berukuran besar yang dideskripsikan Pak Yatim sebagai Tedong Bonga. Hampir seluruh tubuhnya berwarna merah muda, hanya ada satu bagian di belakang tanduknya yang berwarna hitam.

“Berapa harga kerbau ini pak?” tanya saya kepada penjual. “Tiga ratus (juta),” jawabnya. Dibayar tunai Satu hal yang pasti dalam transaksi jual beli di Pasar Bolu adalah sistem pembayaran. Pembeli tidak menggunakan kartu debit, atau kredit, atau sejenisnya. Jika ingin membeli kerbau, Anda harus membawa uang tunai. Pembayaran berlaku bagi kerbau dengan harga puluhan juta sampai Rp 1 miliar sekalipun.

“Itulah kenapa orang Toraja tidak terlihat kaya. Padahal dia punya kerbau banyak,” Pak Yatim menjelaskan.

Selain kerbau, Pasar Bolu juga menjadi tempat jual beli babi. Jika orang Toraja tidak mampu untuk membeli kerbau, hewan persembahan bisa diganti dengan babi. Harga babi pun tidak semahal hewan tandingannya tersebut. “Babi kecil harganya mungkin sekitar Rp 3 juta. Babi besar sekitar Rp 6-8 juta,” tutur Pak Yatim.

Masih dalam area yang sama, terdapat pasar segar yang menjual aneka bahan makanan. Mulai dari sayuran, daging, ayam, hingga ikan. Para penjual beras juga menjajakan dagangannya kepada wisatawan. Ini karena Toraja terkenal oleh beras merah dan beras hitamnya. Beras hitam (bukan ketan) dihargai Rp 25.000 per kilogram. Harga yang sama dipatok untuk beras merah. Wisatawan yang berkeliling Pasar Bolu juga bisa berburu kopi toraja, baik dalam bentuk biji kopi maupun bubuk yang telah digiling.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasar Bolu dan Transaksi Jual Beli Kerbau di Toraja"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved