Untuk Menjamin Transparansi dan Cegah Kecurangan Wali Kota Minta Proses Pemilu di Makassar Direkam

Saya sudah perintahkan Diskominfo Kota Makassar untuk memantau semua, sebagai dasar kita untuk transparansi kepada seluruh masyarakat

Untuk Menjamin Transparansi dan Cegah Kecurangan Wali Kota Minta Proses Pemilu di Makassar Direkam
(KOMPAS.com / Hendra Cipto)
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto usai melakukan pencoblosan di TPS dekat rumah pribadinya di Jalan Amirullah, Kota Makassaar, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, MAKASSAR - Untuk mewujudkan asas pemilu yang jujur, adil dan transparan Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar melalui semua Lurah untuk memantau aktivitas di seluruh TPS di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan itu. Transparansi itu dilakukan dengan cara memotret dan merekan video aktivitas penghitungan suara.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memerintahkan seluruh jajarannya untuk merekam video dan memfoto hasil penghitungan suara di seluruh TPS atau Plano C1 sebagai bukti transparansi pemilu kepada masyarakat.

Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto ini mengatakan, langkah tersebut diperlukan guna mengantisipasi terjadinya kecurangan. "Saya sudah perintahkan Diskominfo Kota Makassar untuk memantau semua, sebagai dasar kita untuk transparansi kepada seluruh masyarakat,” katanya usai melakukan pencoblosan di TPS dekat rumah pribadinya di Jalan Amirullah, Kota Makassar, Rabu (17/4/2019).

Adapun jajaran Pemkot Makassar yang dimaksud Danny Pomanto adalah seluruh Lurah di Kota Makassar. Mereka wajib membuat video perhitungan suara di seluruh TPS di Kota Makassar Plano C1. Baik itu, perhitungan suara untuk pemilihan Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD Kota Makassar.

Sementara itu, untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Makassar, Danny meminta seluruh ASN bersedia menyiapkan makanan dan minuman kepada seluruh warga yang akan memilih ke TPS.

"Berdasarkan beberapa Pilkada sebelumnya, partisipasi pemilih di Kota Makassar terbilang rendah, yakni sekitar 60 persen. Makanya dengan disediakannya makanan semoga bisa meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu,” tuturnya.

Dia pun tak lupa mengimbau seluruh warga Makassar agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 demi masa depan bangsa. “Saya targetkan partisipasi pemilih di Makassar naik lah, bisa mencapai 75 persen. Saya lihat masyarakat Kota Makassar antusias dalam Pemilu 2019 ini. Jika banyak warga yang Golput, rawan hak suaranya disalahgunakan,” tandasnya.

Maka dari itu, Wali Kota Danny meminta kepada seluruh warga agar lebih cepat ke TPS, karena ada lima kertas suara yang akan dipilih. Lebih lanjut, Danny mengatakan, siapapun nantinya yang terpilih bukanlah akhir dari segalanya. Karena pemilu yang merupakan pesta demokrasi ini hanya berjangka 5 tahun.

"Untuk yang menang jangan terlalu cepat puas, sementara yang kalah jangan kecewa. Karena 5 tahun ke depan masih ada pemilu,” tambahnya. Usai mencoblos, Danny Pomanto pun melakukan pemantauan di sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Danny bersama jajarannya memantau lokasi beberapa TPS yang terletak di Jalan Tarakan dan kawasan Pecinan di Jalan Sangir. Selama pantauan pelaksaan pemilu di Kota Makassar sejak pagi hingga siang tersebut, Danny mengatakan bahwa situasi di seluruh TPS berlangsung aman dan lancar. Seluruh TPS juga dijaga aparat Kepolisian dan TNI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Kecurangan, Wali Kota Makassar Minta Pengitungan Suara Difoto dan Rekam"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved