Pemilu 2019

674 Narapidana di Lapas Balikpapan Gigit Jari Tak Bisa Nyoblos, Ini Sebabnya

Sebanyak 674 narapidana Lapas Klas II A Balikpapan tak bisa nyoblos di Pemilu 2019 , Rabu (17/4/2019) kemarin.

674 Narapidana di Lapas Balikpapan Gigit Jari Tak Bisa Nyoblos, Ini Sebabnya
TRIBUN KALTIM/ Muhammad Fachri
Kalapas Klas IIA Balikpapan, Imam Setya 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 674 narapidana Lapas Klas II A Balikpapan terpaksa gigit jari tak bisa nyoblos, Rabu (17/4/2019) kemarin.

Lantaran hanya 350 warga binaan yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) Pemilu 2019.

Kalapas Klas IIA Balikpapan, Imam Setya mengungkapkan DPT awal sampai warga binaannya 195 orang dengan jumlah penghuni di sini 1.024.

Namun sejak 2 bulan terakhir, pihaknya bekerja sama dengan Disdukcapil dan KPU melakukan perekaman data kependudukan di Lapas.

Tak lain semangatnya untuk menyelamatkan hak memilih narapidana dalam Pemilu.

Hasilnya, Disdukcapil mengeluarkan 318 surat keterangan (suket) yang diterima oleh pihak Lapas.

Suket tersebut hasil perekaman jemput bola kepada tahanan sebelumnya. Suket itu diakui pihaknya sudah disampaikan ke KPU.

Imam Setya sedikit menyayangkan persoalan DPTb di Lapas, yang menurutnya bisa lebih dari yang diberikan KPU.

Selain itu pihaknya mengetahui 350 tahanan yang masuk DPTb beberapa jam sebelum pencoblosan dimulai, Rabu (17/4/2019) sekitar 03.00 Wita.

Bersamaan dengan datangnya kotak suara dan surat suara.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved