Pilpres 2019

Jokowi-Maruf Kalah di Tanah Kelahiran Jusuf Kalla, Begini Alasannya, Simak Fakta Berikut Ini

Salah satunya ialah hasil penghitungan quick count Pilpres 2019, dirilis Litbang Kompas. Pasangan Jokowi-Maruf kalah di tanah kelahiran Jusuf Kalla.

Jokowi-Maruf Kalah di Tanah Kelahiran Jusuf Kalla, Begini Alasannya, Simak Fakta Berikut Ini
KOMPAS
ILUSTRASI - Hasil survei Litbang Kompas mengenai elektabilitas capres-cawapres, Pilpres 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, unggul dalam perolehan suara di Sulawesi Selatan, versi quick count oleh sejumlah lembaga survei.

Salah satunya ialah hasil penghitungan quick count Pilpres 2019 yang dirilis oleh Litbang Kompas.

Hal ini menandakan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, kalah di tanah kelahiran Jusuf Kalla.

Dukungan Jusuf Kalla, yang juga wakil presiden Jokowi, di periode pertama tidak banyak berarti di mata para pemilih.

ILUSTRASI - Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1  Jokowi-Maruf dan 2, Prabowo-Sandi.
ILUSTRASI - Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Jokowi-Maruf dan 2, Prabowo-Sandi. (Ilustrasi(KOMPAS.com))

Menanggapi hal ini, ketua Tim Kampanya Daerah (TKD) Jokowi-Maruf, Syamsul Bachri menyebut, kekalahan Jokowi-Amin, di Sulawesi Selatan, lantaran kabar hoaks mengenai dirinya beredar pesat di Sulawesi Selatan.

Sehingga keberhasilan Jokowi, membangun Sulsel, tidak tampak di mata masyarakat.

"Ini, hoaks (kabar bohong) terlalu kencang dan tidak berhasil sepenuhnya kita atasi," kata Syamsul, Kamis (18/4/2019).

Menurut Syamsul, pertarungan paslon presiden dan wakil presiden di Sulawesi Selatan, memang sangat berat.

Ia menyadari kesulitan dan sejumlah kendala-kendala teknis yang ditemui timnya saat mengkampanyekan Jokowi di Sulsel.

Namun, ia mengungkapkan, bahwa timnya telah bekerja keras untuk memenangkan Jokowi, di kampung halaman Jusuf Kalla.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved